JAKARTA – Memasuki industri 4.0, kini tren kontruksi bangunan juga memasuki babak arsitektur 4.0. Di mana penerapan tersebut lebih efisien dan 50% lebih cepat dalam menyelesaikan bangunan yang diinginkan bila dibandingkan dengan konvensional.
Menurut pengamat perkotaan Yayat Supriatna, pola arsitektur 4.0 sebenarnya sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu. Hal itu terlihat dari banyaknya pengembang yang sudah mulai menawarkan sistem smart home atau smart apartment.
“Jika dihitung berdasarkan persentase penggunaannya, sudah hampir 70% pembangunan menggunakan sistem arsitektur 4.0. Sebagai contoh penggunaan virtualisasi sistem yang merupakan aplikasi untuk merancang bangunan,” jelas Yayat saat dihubungi KORAN SINDO.
Baca Selengkapnya: Tak Lagi Minimalis, Begini Desain Bangunan di Era Arsitektur 4.0
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.