JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan turut berkomentar terkait janji Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto soal penurunan tarif dasar listrik (TDL).
Dalam kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu (7/4/2019), Prabowo menebar janji akan menurunkan tarif listrik pada seratus hari pertama apabila terpilih sebagai presiden. Janji itu diberikan Prabowo usai berkonsultasi dengan para pakar ekonomi di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengenai kesulitan yang dialami rakyat.
Baca Juga: 2.500 Desa Belum Terlistriki, Pemerintah Gencarkan Pembangunan Energi Terbarukan
Menanggapi pernyataan itu, Luhut menilai untuk menurunkan tarif listrik perlu perhitungan yang tepat dengan melihat keseimbangan antara biaya pokok produksi (BPP) dan permintaan masyarakat.
"Kalau mau turunkan tarif, mesti lihat keseimbangannya semua. (Kalau dibilang) 'Saya mau turunin!' Maka itu bagaimana harga produksinya. Jadi enggak bisa sesederhana itu," ujar Luhut dalam acara coffee morning bersama media di kantornya, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Dia menyatakan, saat ini pemerintah juga tengah mendorong penggunaan tenaga listrik panel surya sebagai alternatif lain. Menurutnya, hal ini dapat mempermudah di daerah untuk mendapatkan listrik.
"Kami sekarang bikin lampu panel, itu bantu peran daerah juga, bisa kurangi harga listrik juga, jadi dia tidak perlu beli dari sana (PLN)," jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.