nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Banjir Rob, Tanggul Laut Sepanjang 7 Km Akan Dibangun di Sulteng

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 08 April 2019 13:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 08 320 2040535 cegah-banjir-rob-tanggul-laut-sepanjang-7-km-akan-dibangun-di-sulteng-9tOZl1aqMc.jpg Tanggul Laut (Foto: PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun beberapa tanggul laut di beberapa wilayah di Sulawesi Tengah. Pembangunan tanggul laut ini untuk mencegah terjadinya banjir rob.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, nantinya tanggul tersebut akan memiliki tinggi sekitar 3 meter di atas permukaan tanah. Menurutnya ini sudah cukup untuk membuat air laut tidak masuk ke pemukiman.

"Muka air laut tertingginya di sana +2,66 meter. Kita buat tanggulnya di sini lebih kurang +3.Tanah di sana lebih kurang +2, jadi kalau muka air laut tingginya 2,88 meter. Kalau +2 meter akhirnya masuk ke dalam," katanya di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (8/4/2019).

 Baca Juga: Indonesia-Belanda Fokus Realisasikan Pembangunan Tanggul Laut Jakarta

Tanggul ini sendiri nantinya akan memiliki panjang sekita 7 kilometer (km). Proses pembangunan sendiri saat ini sudah memasuki tahap lelang dan akan segera ditetapkan pemenang lelangnya.

"Jadi desainnya sudah selesai, sekarang sudah masuk ke tahap lelang. Panjangnya ini 7 km. Kemudian di sini ada pedalaman juga kami dapat surat mohon daerah pedalaman ini juga difungsikan lagi," katanya.

Setelah pembangunan ini selesai barulah nanti pihaknya akan membangun berbagai macam infrastruktur lainnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari area kumuh karena masuknya air laut.

"Setelah ini dibangun di sini tidak kebanjiran. Baru di sini kita buat kita tanami lagi dan lain-lain. Kalau sekarang tidak bisa jadi kumuh karena kotoran dari laut semua masuk semua," katanya.

 Baca Juga: Tanggul Laut Raksasa Salah Satu Antisipasi Cegah Tenggelamnya Jakarta

Menurut Arie, pembangunan tanggul laut ini sendiri dilakukan karena beberapa daerah di Sulawesi Tengah memang mengalami penurunan tanah akibat likuifaksi yang terjadi. Sehingga ketika air laut sedang pasang ini akan masuk kedalam pemukiman.

"Akibat dari gempa kemarin, banyak daerah yang turun karena likuifaksi, walaupun tidak flowing ya. Kalau tadi di Petombo, Balaroa itu sudah turun dia muncul juga. Kalau ini tidak," ujarnya.

Sebagai salah satu contoh daerah yang akan dibangun tanggul laut adalah Kelurahan Talise. Sebelum terjadinya likuifaksi, daerah ini tidak pernah mengalami banjir.

"Sebagai contoh di daerah Talise, di sini tadinya tidak pernah kebanjiran sekarang di sini banjir," ucapnya.

Oleh karena itu lanjut Arie, Kementerian PUPR membuatkan tanggul laut untuk mencegah banjir rob ketika musim tertentu. Namun, dia menegaskan tanggul laut ini bukan dikhususkan untuk mencegah datangnya tsunami.

"Untuk itu, kita buat tanggul pantai. Tanggul ini bukan buat tsunami, jadi hanya supaya ketika muka air laut tinggi, muka air lautnya tidak masuk ke darat," ujarnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini