nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia-Belanda Fokus Realisasikan Pembangunan Tanggul Laut Jakarta

Mulyani, Jurnalis · Selasa 20 November 2018 16:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 20 470 1980201 indonesia-belanda-fokus-realisasikan-pembangunan-tanggul-laut-jakarta-hvJPFZRzqs.jpg Tanggul Laut Jakarta (Foto: PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Kementerian Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Belanda melakukan monitoring evaluasi Memorandom of Understanding (MoU) phase IV melalui Join Steering Commite (JSC) untuk mengetahui capaian, kendala, dan tindak lanjut MoU yang telah dibuat sejak tahun 2015.

Hasilnya disampaikan pada pertemuan pleno terdapat beberapa proyek yang sudah dalam tahapan implementasi, salah satunya pembangunan tanggul laut Jakarta.

Pembangunan tanggul laut Jakarta merupakan bagian dari masterplan Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN) atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di antaranya bertujuan untuk mengurangi risiko banjir, banjir rob dan mencegah penurunan permukaan air tanah kota Jakarta. Kegiatan NCICD ini merupakan kerjasama tiga negara yakni Pemerintah Indonesia, Belanda dan Korea Selatan.

Baca Juga: Sri Mulyani: Permasalahan Pembangunan Indonesia Bukan Lagi soal Anggaran

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, kawasan pesisir Jakarta terus mengalami penurunan permukaan tanah hingga 11-12 cm per tahun, sehingga banjir rob kerap terjadi. Hal ini diperparah dengan terjadinya kenaikan muka laut akibat perubahan iklim yang bila tidak segera ditangani dalam beberapa tahun akan terjadi back water, dimana aliran sungai tidak bisa mengalir ke laut.

Untuk tahap awal, NCICD akan difokuskan pada fase darurat yakni pembangunan tanggul laut sepanjang 20,1 km yang menjadi titik kritis rawan banjir dan banjir rob. Pembangunan tanggul fase darurat tersebut ditargetkan selesai tahun 2019. Pembangunan tanggul tersebut dikerjakan oleh Kementrian PUPR sepanjang 4,5 km, selebihnya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan partisipasi pihak swasta di daerah kritis tersebut.

Sebagian tanggul sepanjang 4,5 km di Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing telah selesai pada Juni 2018 sepanjang 2,2 km dan di Kelurahan Muara Baru Kecamatan Penjaringan pada Agustus 2018 sepanjang 2,3 km.

Indonesia-Belanda juga sepakat untuk melakukan studi bersama menggali peluang pembiayaan seperti Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan skema availability payment yang bekerjasama dengan multilateral development partner, climate fund, investor swasta dan badan usaha milik negara (BUMN). Disamping itu terdapat komponen penguatan kapasitas personil dalam setiap proyek kerjasama agar terjadi alih pengetahuan kepada para insinyur Indonesia.

Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

“Inovasi pembiayaan infrastruktur terus kita dorong dikarenakan keterbatasan anggaran Pemerintah. Salah satu upaya Kementerian PUPR dari sisi kelembagaan adalah membentuk direktorat baru pada tahun 2019 yakni Direktorat Pembiayaan Infrastruktur. Diharapkan dapat mengakselerasi kemampuan Pemerintah dalam penyediaan infrastruktur bagi masyarakat,” kata Sekjen PUPR Anita, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (20/11/2018).

Pertemuan JSC Indonesia-Belanda tersebut dihadiri oleh Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Jamaludin, perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum, SDA dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah dan perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini