nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seleksi CPNS 2019 Dibuka Akhir Tahun, Tenaga Pendidik Jadi Prioritas

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 09 April 2019 11:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 09 320 2040946 seleksi-cpns-2019-dibuka-akhir-tahun-tenaga-pendidik-jadi-prioritas-etuZu0WU4a.jpg Ilustrasi: Foto Setkab

JAKARTA - Pemerintah akan kembali membuka seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun ini. Rencananya seleksi CPNS akan dilakukan pada akhir tahun mendatang.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Muhammad Ridwan mengatakan, untuk saat ini belum ditentukan berapa jumlah formasi yang akan dibuka pada tahun ini. Namun diperkirakan tenaga kesehatan dan pengajar masih akan menjadi prioritas.

Sebagai gambaran, jumlah PNS seluruh Indonesia sendiri hingga akhir tahun lalu mencapai 4,1 juta. Jumlah tersebut sudah termasuk tenaga CPNS yang baru saja masuk.

 Baca Juga: Hore, Penerimaan CPNS 2019 Dibuka Oktober-November dengan 100.000 Formasi

Dari jumlah PNS seluruh Indonesia 71,19% merupakan tenaga pendidik. Sementara 14,15% merupakan tenaga kesehatan.

Meskipun secara presentase cukup besar, namun tenaga pendidik ini didominasi oleh kelompok usia 46-60 tahun. Sementara yang berada di usia 26-45 tahun (golongan kerja) masih sangat minim sekali.

Sementara sejumlah 300.000 tenaga guru yang berada pada kelompok usia 56 – 60 tahun akan mencapai batas usia pensiun (BUP) dalam jangka lima tahun ke depan, Kemudian diikuti dengan kelompok usia 46 – 55 tahun pada lima tahun mendatang.

“Dengan minimnya kondisi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan saat ini, pemerintah menempatkan kedua bidang tersebut sebagai prioritas pemenuhan kebutuhan melalui rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN), baik lewat penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K),” ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (9/4/2019)

 Baca Juga: 3 Juta PNS di Indonesia Sudah Tua

Menurut Ridwan, saat ini pemerintah sangat membutuhkan tenaga pendidik baru dalam kurun waktu 10 tahun untuk menutupi angka pensiun tersebut. Sebab jika tidak maka Indonesia akan mengalami krisis guru.

Apalagi berdasarkan data Badan Pusat Statistik mencatat proyeksi pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 2019 mencapai 266,91 juta jiwa dengan kelompok umur anak-anak (0-14 tahun) mencapai 66,17 juta jiwa, dan kelompok umur 15 – 64 tahun (usia produktif) mencapai 183,36 juta dari total populasi

“Artinya, dibutuhkan peningkatan signifikan untuk SDM tenaga pendidik dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan untuk mengejar laju pertumbuhan penduduk usia sekolah yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” katanya.

(dni)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini