nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global, Ini Tanggapan Pengusaha

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 21:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 11 20 2042274 imf-turunkan-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-global-ini-tanggapan-pengusaha-VM5y4REgbU.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) menurunkan target pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3%. Hal tersebut dikarenakan risiko ekonomi masih diselimuti ketidakpastian.

Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani, hal tersebut menjadi sesuatu yang lumrah. Apalagi jika memang kondisi perekonomian global masih belum lepas dari bayang-bayang ketidakpastian.

"Jadi IMF menurunkan ya. Dan itu kalau kita lihat keadaan sekarang, lumrah lah mereka menurunkan," ujarnya saat ditemui di Kantor Apindo, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Menurut Shinta, penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF memang akan berpengaruh pada Indonesia. Namun dirinya meyakini efeknya tidak terlalu besar.

Baca Juga: IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Global, Apindo: Indonesia Punya Ketahanan

"Walaupun impact pasti akan kena. Tapi, ini bisa kita mempertahankan posisi kita, selama ini kita terus jaga, makanya sustainability ini sangat penting," ucapnya.

Shita menambahkan, untuk bisa mendongkrak ekonomi, pemerintah harus bisa membuat kondisi pasar di dalam negeri kondusif. Artinya perlu ada penguatan pasar agar daya saing Indonesia di mata investor bisa tinggi.

Untuk meningkatkan daya saing, tentu perlu ada pembangunan keberlanjutan. Misalnya adalah pembangunan infrastruktur.

Selain itu, perlu juga adanya regulasi-regulasi ntuk mempermulus jalan investor masuk ke Indonesia. Perizinan di daerah harus lebih dipermudah dan kalau bisa di intergrasikan dengan pusat lewat Online Single Submission (OSS).

Baca Juga: Fakta Laporan IMF: Ekonomi Dunia Melemah, tapi Indonesia Tetap Menguat

"Saya pikir tidak akan terlu berpengaruh mestinya. Tapi bagaimana kita justru bisa memanfaatkan. Tadi kenapa saya katakan daya saing. Karena, kalau kita mau memanfaatkan pasar-pasar baru. Kita kan, harus berkompetsi dengan negara lain," jelasnya.

Menurut Shinta, dengan memperkuat kondisi pasar dalam negeri banyak keuntungan yang akan diterima Indonesia. Sebab, hasil produksi pasar dalam negeri sendiri banyak yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain.

"Pasar Indonesia kan besar sekali, dengan populasi yang begitu besar. Ini bisa menjadi leverage kita untuk masuk ke pasar lain," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini