Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Biaya Kampanye Hitam Sawit 5 Kali Lebih Besar dari Iklan Coca-Cola

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 12 April 2019 |21:02 WIB
Biaya Kampanye Hitam Sawit 5 Kali Lebih Besar dari Iklan Coca-Cola
Ilustrasi: Foto Okezone
A
A
A

JAKARTA - Proses kampanye hitam minyak kelapa sawit oleh Uni Eropa masih terus berlangsung. Kali ini, Komisi Eropa telah mengadopsi Delegated Regulation no. C (2019) 2055 Final tentang High and Low ILUC Risk Criteria on biofuels pada tanggal 13 Maret 2019.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, kampanye hitam di Uni Eropa saat ini sudah berjalan dengan masif. Bahkan iklan kampanye hitam kelapa sawit gencar dilakukan oleh Eropa.

Salah satu yang sudah melakukan kampanye hitam pada produk sawit perusahaan asal Italia. Perusahaan tersebut mengaku mengeluarkan biaya 5 kali lebih besar dan masif dari pada iklan Coca Cola.

"Kampanye hitam telah berjalan lama, dan masih seperti apa adanya yang ceritakan ada perusahaan Italia penghasil cokelat. Dia bilang itu biaya promosi untuk kampanye negatf itu 5 kali lebih besar dari biaya promosi Coca Cola," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (12/4/2019)

 Baca Juga: Indonesia Cari Pasar Ekspor Baru Sawit ke India hingga Turki

Menurut Darmin, adanya iklan kampanye hitam tersebut membuat masyarakat negara itu memiliki persepsi negatif sendiri terhadap kelapa sawit. Artinya, kampanye terhadap sawit ini sudah menyebar hingga masyarakat bukan dikalangan parlemen Eropa saja.

"Itu menunjukkan bahwa persepsi mengenai kelapa sawit sudah terbentuk di sana bukan hanya di parlemen tapi di masyarakatnya," kata Darmin.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah ketika berkunjung ke Brussel beberapa waktu lalu pun menemui sejumlah pihak. Tujuannya adalah untuk menjelaskan pentingnya kelapa sawit bagi Indonesia dan keberlanjutannya ke depan bagi dunia.

 Baca Juga: Pulang dari Belgia, Pemerintah Mantap Seret Uni Eropa ke WTO soal Sawit

Selain itu, delegasi Indonesia juga menemui Dewan Eropa Jaroslaw Pietras, DG of Transport, Energy, Environment, Education, General Secretariat of European Council. Serta Perusahaan bidang biodiesel dan perusahaan multinasional lain yang memiliki hubungan bisnis dengan Indonesia seperti Ferrero, Michelin dan Airbus.

"Kita menemui Wakil Presiden Parlemen Eropa Heidi Hautala dan beberapa anggota parlemen. Lalu komisi Eropa Miguel Arias Canete, Commissioner for Climate Action and Energy dan Karmenu Vella, Commissioner Environment, Maritime Affairs & Fisheries," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement