nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KIK-DINFRA, Menteri Rini: BUMN Terus Inovatif Cari Dana Infrastruktur

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 15 April 2019 11:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 15 278 2043603 kik-dinfra-menteri-rini-bumn-terus-inovatif-cari-dana-infrastruktur-hcTlp3Z9XM.jpg Peluncuran KIK-DINFRA Jasa Marga (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersinergi dengan PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) meluncurkan produk inovatif di sektor pasar modal, yaitu Kontak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur atau yang dikenal dengan KIK-DINFRA.

Produk investasi ini diluncurkan guna memenuhi solusi investasi dan alternatif pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur Indonesia.

Peluncuran KIK DINFRA dilakukan di Bursa Efek Indonesia, dan disaksikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno, jajaran deputi Kementerian BUMN, Direksi PT Jasa Marga dan PT Mandiri Manajemen Investasi.

Produk KIK DINFRA yang diluncurkan ini bernama DINFRA Toll Road Mandiri-001 dan pertama kali diperkenalkan pada saat penyerahan surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan yang dilaksanakan pada perhelatan IMF- Bank Dunia di Bali tahun 2018.

Baca Juga: Jasa Marga Uji Coba Sistem Transaksi Tol Tanpa Henti

Menteri Rini mengatakan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah terus mendorong BUMN termasuk Jasa Marga untuk secara konsisten dan inovatif menerbitkan produk-produk pendanaan baru di pasar modal yang bertujuan untuk memperluas basis investor yang berpartisipasi dalam pembiayaan infrastruktur serta memperkuat struktur permodalan perusahaan.

"Saya selalu menekankan BUMN harus terus berinovasi dalam mencari alternatif pendanaan proyek infrastruktur dengan tidak terpaku pada pendanaan konvensional yang bersifat utang," kata Rini di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (15/4/2019).

Dia menuturkan, tantangan ke depan setelah infrastruktur adalah pendanaan di sektor-sektor lainnya seperti Energi dan manufaktur, yang tentunya memerlukan pendanaan yang besar dan diharapkan BUMN bisa menawarkan produk inovatif yang ditawarkan kepada investor melalui Bursa Efek ini.

"Kami terus mendorong BUMN-BUMN untuk terus berinovasi dalam mencari sumber pendanaan sehingga terus menjadi perusahaan yang kuat dan mampu bersaing baik di pasar lokal maupun global. Dan saya menyambut baik peluncuran produk investasi ini," tutur dia.

Baca Juga: Jasa Marga Cetak Laba Bersih Rp2,2 Triliun pada 2018

Dia menjelaskan, inovasi-inovasi seperti ini yang terus di dorong kepada BUMN untuk bisa mendapatkan alternatif pendanaan dan bisa terus melebarkan sayapnya.

"Apresiasi saya ke manajemen Jasa Marga serta terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung. Saya berharap makin banyak BUMN yang mendapatkan pendanaan di Bursa," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menyatakan, DINFRA Toll Road Mandiri-001 merupakan produk pendanaan yang diterbitkan Jasa Marga untuk menjaga kondisi keuangan perusahaan agar tetap solid dan merupakan alternatif pendanaan baru di luar pendanaan yang tersedia saat ini.

"Untuk dapat memperluas basis investor yang berpartisipasi dalam pembiayaan infrastruktur serta dapat memperkuat struktur permodalan Jasa Marga di tengah masifnya pembangunan jalan tol yang sedang dilakukan oleh Jasa Marga," tuturnya.

Sejak tahun 2017, Jasa Marga telah menerbitkan produk-produk pendanaan baru di pasar modal, mulai dari Sekuritisasi, Project Bond, Komodo Bond, dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) berbasis ekuitas.

Berdasarkan POJK No.52/POJK.04/2017, Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) adalah wadah berbentuk kontrak investasi kolektif yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya sebagian besar di investasi pada aset infrastruktur dalam bentuk utang dan/atau ekuitas oleh Manajer Investasi dan dapat ditawarkan melalui penawaran umum maupun penawaran terbatas.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini