Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Industri Berlomba Gunakan Robot

Koran SINDO , Jurnalis-Selasa, 16 April 2019 |12:38 WIB
Industri Berlomba Gunakan Robot
Robot (Foto: Ist)
A
A
A

Robot itu akan berjalan dengan roda. Itu juga dilengkapi kamera dan peranti lunak untuk membantu mendeteksi serta menghindari tabrakan dengan mobil atau orang yang berjalan. Robot itu nanti mampu berjalan dengan kecepatan 16 km per jam. Hanya saja, proyek itu harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah kota. Untuk sementara robot itu hanya diizinkan di Memphis karena 60% jarak antara penjual dan pembeli hanya tiga mil. FedEx bekerja sama dengan mitranya termasuk AutoZone Inc dan Target Corp untuk mengoperasikan sistem pengiriman agar prosesnya semakin cepat dan murah. Bisnis pengiriman barang kini semakin berkembang pesat.

Perusahaan, seperti Uber Eats, DoorDash, dan GrubHub mendapatkan komisi 10-30% setiap pesanan. Investor dan perusahaan menggelontorkan jutaan dolar untuk proyek pengembangan robot untuk menurunkan biaya produksi. Sayangnya, upaya mereka terkendala aturan. Karena alasan keamanan, banyak pemerintah di negara bagian AS dan banyak negara menginginkan kendaraan otonom atau robot hanya digunakan untuk urusan darurat saja. Kecerdasan Buatan (AI) menjadi harapan bagi industri untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi. AI juga mulai diterima publik karena pelayanannya lebih efektif dan memuaskan dalam industri pengiriman barang. AI mendorong tumbuhnya persaingan dan inovasi yang terus bergerak maju.

Selain FedEx, perusahaan lain yang mengembangkan robot untuk pengiriman barang adalah Starship Technologies dikembangkan oleh pendiri Skype, Ahti Heinla dan Janus Friis, pada 2014. Model pengiriman paket dengan robot telah diuji coba di Hamburg, Washington, dan California. Robot itu mampu berjalan 100.000 mil dan telah diuji coba di 100 kota di 20 negara. Robot itu didesain mengantar barang. Robot itu bekerja dengan bantuan peta untuk menunjukkan lokasi dan memilih barang yang dipesan. Robot itu memiliki tinggi 55 cm dan panjang 70 cm. Starship Technologies juga telah meningkatkan investasinya lebih dari USD40 juta. Mereka juga menguji coba robot tersebut untuk mengantarkan paket di wilayah San Francisco.

Baca Juga: Ekonomi Kreatif Sumbang Rp100 Triliun ke PDB

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement