nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nyoblos Bareng Istri, Menko Darmin Pilih dengan Hati Nurani

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 17 April 2019 12:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 17 320 2044573 nyoblos-bareng-istri-menko-darmin-pilih-dengan-hati-nurani-jr1Y6HpGaa.jpeg Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menggunakan hak suaranya dalam pemilihan umum (pemilu) serentak 2019. Di mana terdiri dari Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Dirinya pun terdaftar sebagai pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 20, Kelurahan Pancoran, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Dia tiba di TPS bersama sang istri, Salsa Ulfa Sahabi Manopo pada pukul 09.28 WIB dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Dengan mengenakan kemeja batik lengan pendek berwarna abu-abu putih dan dipadukan dengan celana jeans biru langit, Darmin menggunakan hak suaranya untuk memilih pemimpin Indonesia 2019-2024.

Baca Juga: Menteri Basuki: Semoga Bisa Bersatu Kembali

Kedatangannya pun, disambut oleh petugas TPS setempat dan beberapa warga. Darmin membalas sambutan dengan menyalami warga secara hangat. Dia juga menghabiskan waktu menunggu giliran mencoblos dengan melihat-lihat alat peraga surat suara secara rinci, terutama daftar para calon legislatif karena dianggapnya terlalu banyak.

"Mau lihat-lihat saja. Ini pemilihan bukan main banyak benar," kata dia di TPS 20, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

Setelah menunggu beberapa saat, Darmin akhirnya berkesempatan untuk menggunakan hak pilihnya dibalik bilik suara. Usai memilih, dia pun mencelupkan jari kelingking ke dalam tinta, sebagai tanda telah menggunakan hak suaranya.

Darmin Nasution

Darmin tentunya, menutup rapat-rapat siapa pemimpin yang dipilihnya, baik untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden, maupun anggota legislatif. Dia menegaskan, bahwa memilih sesuai dengan hati nurani.

"Saya milihnya ya sudah gunakan hati nurani," kata dia.

Dia mengungkapkan, alasan utama yang menyebabkannya mau untuk menggunakan hak suara pada pemilu, karena penyelenggaraan ini menggunakan biaya yang tak sedikit. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, anggaran Pemilu 2019 mencapai Rp24,8 triliun.

"Hak ya harus di pakai, kalau enggak dipakai ya kita rugi. Bukan kita saja yang rugi, negara juga rugi, bayangin bikin Pemilu itu biayanya mahal. Kalau malah tidak dilaksanakan itu namanya bikin usaha besar itu menjadi tidak terpenuhi," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini