nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Pede Kepercayaan Investor Akan Kembali Usai Pilpres

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 17 April 2019 17:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 17 320 2044782 sri-mulyani-pede-kepercayaan-investor-akan-kembali-usai-pilpres-4qzBT5HnRN.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

TANGERANG - Penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) 2019 menjadi hal yang dinanti banyak pihak, khususnya investor. Sebab, dalam periode jelang pemilu dinilai menimbulkan ketidakpastian sehingga membuat investor mengambil sikap wait and see.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis, usai pemilu berakhir, kepercayaan investor akan kembali sebab perekonomian akan berjalan oleh pemimpin terpilih. Itu artinya, dalam 5 tahun ke depan akan ada kebijakan-kebijakan pasti yang diusung pemerintah. Hal ini menimbulkan kepastian bagi investor.

"Sesudah pemilu orang akan fokus bagaimana pemerintahan yang terpilih nanti menjalankan program-programnya. Itu biasanya menimbulkan confident," ujarnya ditemui di TPS 77, Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (17/4/2019).

 Baca Juga: Gaya Menteri Ekonomi Jokowi Nyoblos, Berbaju Putih Kecuali Menko Darmin

Dia mengatakan, masyarakat akan melihat bagaimana kebijakan pemerintah terpilih bisa menangani masalah struktural di Indonesia seperti pendidikan, produktivitas, hingga daya kompetisi Indonesia di era industri 4.0.

“Berharap (pemerintah terpilih) bisa meng-address isu-isu yang selama ini menjadi concern masyarakat mengenai tata kelola, transparansi, korupsi. Semua penting karena masyarakat memerlukan confident untuk tetap terjaga dan dijaga, siapapun yang terpilih,” katanya.

 Baca Juga: Harapan Pemimpin Dunia untuk Presiden Terpilih

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menilai, hal yang dibutuhkan untuk meningkatkan investasi adalah kebijakan yang responsif dari pemerintahan terpilih, baik terkait persoalan ekonomi nasional maupun global. Sebab hal itu sangat mempengaruhi dunia usaha.

"Ini selalu kombinasi keduanya, dalam negeri seperti apa fundamental perlu diperbaiki apakah infrastruktur, sumber daya manusia, tata kelola, birokrasi. Juga di sisi masalah antisipasi global di mana sudah akan mulai mengalami pelemahan," kata dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini