JAKARTA - Perkembangan teknologi yang terjadi telah mengubah tata kelola administrasi pemerintahan, sehingga banyak negara telah beradaptasi dengan menerapkan teknologi dalam sistem pemerintahannya. Untuk itu, Indonesia pun mulai menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Syafruddin mengatakan, seluruh negara dunia berlomba mengembangkan dan mengintegrasikan teknologi untuk membangun pemerintahan yang efektif dan efisien. Penerapan sistem elektronik dalam pemerintahan membuat semua keputusan terkait kebijakan publik akan tepat sasaran.
“Indonesia tidak ada kata untuk menunda pembangunan SPBE secara progresif dan masif di seluruh kementerian dan lembaga," tegas Syafruddin, dalam keterangannya, pada Kongres Perkumpulan Arsip Perguruan Tinggi dan ICoASHE di Universitas Airlangga Surabaya, Senin (22/4/2019).
Baca Juga: Menpan RB: Masyarakat Ingin Pelayanan Publik Tak Lamban dan Kaku
Keputusan tersebut akan dianalisa secara komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dampaknya kepuasan dan kebahagiaan masyarakat meningkat dan kepercayaan diri pemerintah menguat dalam menjalankan pembangunan.
"Membangun e-goverment akan mendorong terciptanya smart city dengan menghadirkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang semakin adaptif sehingga mampu menopang berbagai kebijakan publik yang strategis dalam membangun kemajuan negara. Kita bersaing untuk itu," kata Syafruddin.
Banyak dampak positif yang akan dirasakan pemerintahan Indonesia saat menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik diantaranya menciptakan efisiensi yang signifikan. Perkembangan teknologi yang terjadi saat ini akan membuat biaya untuk penyimpanan data jauh lebih efisien.