Siapkan Belanja Modal Rp30 Triliun, Astra Suntik Modal Gojek Lagi?

Jum'at 26 April 2019 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 26 278 2048349 siapkan-belanja-modal-rp30-triliun-astra-suntik-modal-gojek-lagi-dY5ng2gJak.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Meskipun tahun ini belum ada rencana aksi korporasi untuk mengakuisisi, namun PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini sebesar Rp30 triliun. Anggaran ini lebih rendah ketimbang belanja modal pada 2018 sebesar Rp40 triliun karena ada akuisisi perusahaan tambang sebesar Rp14 triliun.

Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto mengatakan, dana belanja modal akan digunakan untuk suntikan dana ke anak usaha Astra International. “Kalau tahun ini tidak ada yang sesuatu baru kemungkinan ke arah Rp30 triliun. Jika ada bidang yang menggiurkan akan kita tambah belanja modal dan investasi,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Jumat (26/4/2019).

Baca Juga: Astra Kantongi Laba Bersih Rp5,2 Triliun di Kuartal I-2019

Prijono merinci dana belanja akan disuntikan ke anak usaha, seperi PT United Tractor Tbk sebesar Rp15 triliun, PT Astra Agro Lestari Tbk sebesar Rp1,7 triliun, ekspansi jalan tol, pembangunan outlet baru sebesar Rp2,5 triliun dan sisanya akan digunakan pada bidang Teknologi Informasi (TI) yang diperlukan anak usaha Grup Astra.“Dana belanja modal dari kas internal karena cashflow kami kuat. Tapi bukan berarti saya tidak mau utang, kalau nanti ada sesuatu yang bagus kenapa tidak,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan saat ini perusahaan tengah menyiapkan beberapa ekspansi bisnis pada sektor infrastruktur, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), asuransi hingga jalan tol. “Sudah ada di pipeline, belum kami bisa kemukakan. Astra tidak jauh-jauh akan investasi di PLTU, asuransi jiwa dan jalan tol,” ungkapnya.

Di sisi lain, Astra juga kemungkinan menyuntikkan modal untuk Gojek. Mengingat Astra telah dua kali menanamkan modal ke Gojek dengan total sebesar USD250 juta. “Kami akan lihat untuk menanamkan modal lagi. Dalam dua fundraising terakhir kami ikut USD150 juta dan USD100 juta. Kalau tidak senang dengan pertumbuhan Gojek kami tidak mungkin masuk lagi kemarin USD100 juta,” tandasnya.

grafik

Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) memutuskan untuk menebar dividen tunai Rp214,13 per saham atas laba bersih konsolidasian perseroan tahun buku 2018. Adapun laba bersih yang digunakan untuk pembagian dividen tersebut senilai Rp8,66 triliun yang termasuk di dalamnya dividen interim senilai Rp60 per saham atau berjumlah Rp2,4 triliun yang telah dibayarkan pada 31 Oktober 2018.

Sisa pembagian dividen senilai Rp153,14 atau Rp6,23 triliun akan diberikan perseroan pada 24 Mei 2019 kepada pemegang sahan yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 8 Mei 2019 pukul 16.00 WIB. Sementara itu, sisa laba bersih 2018 senilai Rp13 triliun akan dibukukan sebagai laba ditahan perseroan. Pada 2018, emiten berkode ASII tersebut mengantongi laba bersih Rp21,67 triliun, naik 15% dibandingkan dengan tahun sebelumnya senilai Rp18,85 triliun.

Selain itu, dalam RUPST tersebut, ASII melakukan perombakan di jajaran Komisaris dan direksi perseroan. Di kuartal pertama tahun ini, perseroan membukukan laba bersih naik tipis 5% menjadi Rp5,21 triliun hingga kuartal I 2019. Pada kuartal I 2018, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp4,98 triliun. Laba tersebut ditopang dari pendapatan tumbuh 7% dari Rp55,82 triliun hingga kuartal I 2018 menjadi Rp59,60 triliun hingga kuartal I 2019.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini