JAKARTA – Meskipun tahun ini belum ada rencana aksi korporasi untuk mengakuisisi, namun PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini sebesar Rp30 triliun. Anggaran ini lebih rendah ketimbang belanja modal pada 2018 sebesar Rp40 triliun karena ada akuisisi perusahaan tambang sebesar Rp14 triliun.
Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto mengatakan, dana belanja modal akan digunakan untuk suntikan dana ke anak usaha Astra International. “Kalau tahun ini tidak ada yang sesuatu baru kemungkinan ke arah Rp30 triliun. Jika ada bidang yang menggiurkan akan kita tambah belanja modal dan investasi,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Jumat (26/4/2019).
Baca Juga: Astra Kantongi Laba Bersih Rp5,2 Triliun di Kuartal I-2019
Prijono merinci dana belanja akan disuntikan ke anak usaha, seperi PT United Tractor Tbk sebesar Rp15 triliun, PT Astra Agro Lestari Tbk sebesar Rp1,7 triliun, ekspansi jalan tol, pembangunan outlet baru sebesar Rp2,5 triliun dan sisanya akan digunakan pada bidang Teknologi Informasi (TI) yang diperlukan anak usaha Grup Astra.“Dana belanja modal dari kas internal karena cashflow kami kuat. Tapi bukan berarti saya tidak mau utang, kalau nanti ada sesuatu yang bagus kenapa tidak,” ucapnya.
Dia juga menjelaskan saat ini perusahaan tengah menyiapkan beberapa ekspansi bisnis pada sektor infrastruktur, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), asuransi hingga jalan tol. “Sudah ada di pipeline, belum kami bisa kemukakan. Astra tidak jauh-jauh akan investasi di PLTU, asuransi jiwa dan jalan tol,” ungkapnya.
Di sisi lain, Astra juga kemungkinan menyuntikkan modal untuk Gojek. Mengingat Astra telah dua kali menanamkan modal ke Gojek dengan total sebesar USD250 juta. “Kami akan lihat untuk menanamkan modal lagi. Dalam dua fundraising terakhir kami ikut USD150 juta dan USD100 juta. Kalau tidak senang dengan pertumbuhan Gojek kami tidak mungkin masuk lagi kemarin USD100 juta,” tandasnya.