2 Konsep untuk Pemindahan Ibu Kota

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 30 April 2019 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 30 470 2049898 2-konsep-untuk-pemindahan-ibu-kota-gLYdxkI5M1.jpg Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ibu Kota Indonesia direncanakan akan dipindah dari Jakarta. Tujuannya adalah untuk mengurangi beban Jakarta yang menjadi pusat bisnis dan pemerintahan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, ada dua skenario yang akan dilakukan untuk memindahkan Ibu Kota. Skenario pertama adalah pemindahan dengan waktu lima tahun.

Sedangkan konsep yang kedua adalah pemindahan ibu kota ini akan dilakukan dalam tempo waktu sepuluh tahun. Masing-masing konsep ini memiliki kelebihan dan kekurangannya.

""Kalau mengenai target kita menyiapkan dua opsi proses penyiapannya karena ini mulai dari perencanaan kotanya masuk detil desain lalu implementasi," ujarnya saat ditemui di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Baca Juga: Ibu Kota Pindah, Sri Mulyani Tunggu Rencana Matang dari Bappenas

Menurut Bambang, salah satu kelebihan dari konsep yang pertama adalah pemindahan ibu kota bisa lebih cepat. Namun konsep pertama memiliki kelemahan karena membutuhkan dana yang lebih besar dibandingkan konsep yang kedua.

"Kalau Lima tahun size pengerjaan lebih besar. Pasti lebih biayanya," ucapnya

Adapun estimasi biaya yang dibutuhkan sendiri ada dua opsi. Pertama adalah Rp466 triliun dan yang kedua adalah sebesar Rp323 triliun.

"Total pembiayaan sekitar 466 triliun skenario satu. 332 triliun skenario dua. Ada pada jumlah ASN-nya," jelasnya.

Baca Juga: Pemindahan Ibu Kota Jakarta Dimulai 2020

Mantan Menteri Keuangan ini menyebut saat ini pemerintah masih melakukan kajian-kajian tentang pemindahan ibu kota ini. Sambil menyiapkan desainnya, pemerintah tengah fokus pada pembebasan lahannya.

"Tapi kita pastikan tanahnya dulu harus sudah benar-benar di pegang," ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini