nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Buka-bukaan Inflasi saat Ramadan dan Lebaran

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 20:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 02 20 2050799 bi-buka-bukaan-inflasi-saat-ramadan-dan-lebaran-ZHcblyhMDB.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) optimistis inflasi akan terjaga sesuai sasaran yakni 3,5% plus minus 1%, meski adanya potensi terjadi inflasi yang tinggi di bulan puasa dan Lebaran.

Pada April 2019 saja, Badan Pusat Statistik mencatat inflasi sebesar 0,44%, melonjak dari posisi Maret yang 0,11%. Hal ini dipicu kenaikan komoditas bahan makanan seperti bawang merah, bawang putih, cabai, hingga telur ayam ras. Selain itu didorong juga kenaikan harga tiket pesawat.

Maka pasa bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh di Mei dan Juni 2019 memiliki potensi kenaikan inflasi yang lebih tinggi. Mengingat permintaan komoditas bahan pangan dan penggunaan transportasi angkutan udara tinggi pada periode tersebut, memicu terjadi kenaikan harga lebih tinggu.

 Baca Juga: Sumbang Inflasi April, Menhub Cari Cara Turunin Harga Tiket Pesawat

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengakui, pada bulan Ramadan dan Idul Fitri, tren musiman selalu menunjukan adanya kenaikan harga. Meskipun begitu, dia menyakini masih ada beberapa komoditas yang akan mengalami deflasi.

"Karena Lebaran yang jatuh di Mei-Juni, merupakan musiman. Ada harapan inflasi, ada deflasi, seperti beras kan bisa deflasi 0,66% (April 2019)," ujar Onny di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Dia mengatakan, beberapa komoditas seperti bawang-bawangan dan tiket pesawat diyakini akan menjadi sumber utama terjadinya inflasi. Namun, dia berharap komoditas yang mengalami deflasi dapat mengkontrol angka inflasi bulanan di level aman.

"Ada beberapa komoditas yang deflasi bisa saling menutup inflasi," katanya.

 Baca Juga: Harga Bawang hingga Tiket Pesawat Pemicu Inflasi April 2019

Menurutnya, usai Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri, angka inflasi yang tinggi akan berangsur terkendali, sebagaimana tren yang telah terjadi di beberapa tahun ke belakang.

"Kita masih yakin setelah Lebaran akan turun (inflasi), sehingga optimis masih ada di kisaran 3,5% plus minus 1%," kata dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini