Penjualan Mark Dynamics Naik 12,22% Jadi Rp88 Miliar di Kuartal I-2019

Kamis 02 Mei 2019 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 02 278 2050603 penjualan-mark-dynamics-naik-12-22-jadi-rp88-miliar-di-kuartal-i-2019-D5pA0pdQNM.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencatat peningkatan penjualan di triwulan pertama tahun 2019 sebesar 12,22% menjadi Rp88,06 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 78,47 miliar.

Perseroan dalam siaran persnya di Deli Serdang, kemarin menyebutkan, perolehan laba komprehensif pada periode berjalan ikut tumbuh sebesar 26,48% menjadi Rp23 miliar per 31 Maret 2019 dibandingkan Rp 18,19 miliar per 31 Maret 2018.

Kata Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh, dari total penjualan yang diperoleh pada triwulan pertama 2019 sebesar 90,76% merupakan pasar ekspor, dan sisanya sebesar 9,24% untuk pasar domestik.

“Nilai penjualan ekspor pada triwulan pertama 2019 4,12 % lebih besar dari total penjualan triwulan pertama 2018 (Q1 2018). Padahal kontribusi pasar ekspor pada Q1 2018 mencapai 97,82% dari total penjualan. Hal ini menunjukkan Perseroan berhasil meningkatkan nilai penjualan ekspor seraya meningkatkan pasar baru di dalam negeri,” kata Ridwan, dikutip dari Harian Neraca, Kamis (2/5/2019).

Baca Juga: Pasar Sarung Tangan Kesehatan Menjanjikan di Negara Berkembang

Perseroan yang memproduksi cetakan sarung tangan kesehatan merupakan salah satu produsen utama di dunia, dengan pasar ekspor bagi para produsen sarung tangan kesehatan terkemuka di dunia dengan pangsa pasar sebesar 35%. Dengan hasil akhir berupa sarung tangan kesehatan berbahan karet dan nitrile, pasar perseroan meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi sarung tangan karet dunia.

Berdasarkan data dari MARGMA, konsumsi sarung tangan karet dunia tumbuh rata-rata 8% hingga 10% per tahun dalam 15 tahun terakhir.

“Pertumbuhan signifikan terjadi pada tahun 2017 yaitu mencapai 19% menyusul penutupan produksi sarung tangan berbahan baku PVC di Tiongkok sehingga terjadi peralihan konsumsi. Meski tahun 2018 pertumbuhan pasar hanya 7,2% namun tahun 2019 diperkirakan konsumsi akan meningkat 11,9% dan tentunya akan berkontribusi positif bagi Perseroan,” ungkap Ridwan.

Permintaan pasar yang tinggi diiringi dengan efisiensi yang meningkat, sehingga Perseroan mencatat tingkat biaya yang semakin baik pada kuartal I-2019. Perseroan mencatat kenaikan laba kotor sebesar 18,63% menjadi Rp38,17 miliar pada kuartal I-2019 dibandingkan Rp32,17 miliar pada kuartal I-2018. Marjin laba kotor juga meningkat pada kuartal I-2019 menjadi 43,35% dibanding 41,01% pada kuartal I-2018.

Baca Juga: Naik 67,09%, Mark Dynamics Bukukan Laba Rp82,29 Miliar

Perseroan juga mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp30,90 miliar pada kuartal I-2019 dengan marjin 35,09%. Sementara pada kuartal I-2018 nilai laba sebelum pajak sebesar Rp25,14 miliar dengan marjin laba 32,04%. Hal ini terjadi menyusul Perseroan menurunkan beban operasional, salah satunya dari penurunan biaya umum dan administrasi sebesar 26,11% dari Rp 6,40 miliar pada kuartala I-2018 menjadi Rp 4,73 miliar pada Q1 2019.

Perseroan berhasil meningkatkan laba komprehensif sebesar 26,48% menjadi Rp23 miliar per 31 Maret 2019 dibandingkan Rp 18,18 miliar per 31 Maret 2018. Namun demikian menyusul stock split dengan rasio 1 : 5 yang efektif berlaku sejak bulan Februari 2019, nilai laba per saham berkurang menjadi Rp6,07 per saham pada kuartal I-2019 dibandingkan dengan Rp23,74 per saham pada kuartal I-2018.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini