nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Mengeluh, Ini Keutamaan Seorang Muslim yang Lelah Bekerja Keras

Rani Hardjanti, Jurnalis · Senin 06 Mei 2019 04:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 03 320 2051279 jangan-mengeluh-ini-keutamaan-seorang-muslim-yang-lelah-bekerja-keras-ldZyzHiuzU.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kebesaran Nabi Muhammad SAW sebagai rasul tidak serta merta membuat dirinya berpangku tangan. Rasulullah mengajarkan umat Muslim yang qaddirun 'alal kasbi, yaitu memenuhi kebutuhan finansialnya sendiri alias mandiri keuangan.

Seorang Muslim hendaknya bisa mandiri dan menjadi pemimpin setidaknya menjadi pemimpin dirinya sendiri. Sebab, tanpa mengecilkan pentingnya beribadah untuk mencapai ridha Allah SWT, dalam hidup ini manusia memiliki kebutuhan pokok sekunder maupun tertier. Untuk itulah manusia perlu bekerja agar umat muslim tidak menjadi beban bagi orang lain apalagi menjadi peminta-minta.

 Baca Juga: Pengusaha Harap Ekonomi Indonesia Bisa 6% pada 2020

Islam lebih mengharagi orang yang bekerja keras menghidupi dirinya sendiri daripada menjadi pengemis. Sebab bekerja dengan tangan sendiri adalah pengejawantahan izzah harga diri dan kemuliaan seorang muslim.

Seperti dikutip Okezone dari buku Bisnis Rasulullah, Malahayati S Psi, Great Publisher, Jakarta, Senin (6/5/2019) bekerja keras dalam perspektif Islam memiliki keutamaan tersendiri. Allah SWT sangat mencintai orang yang bekerja. Seperti pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW, dalam sebuah hadis: Barang Siapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah SWT.

 Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 5,3% Sulit, Menkeu: Kita Kerja Keras

Demikian cinta Allah kepada hamba-Nya yang bekerja keras.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini