nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Integrasi Izin Online Mudahkan Investasi Pariwisata di Indonesia

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 05 Mei 2019 12:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 05 320 2051695 integrasi-izin-online-mudahkan-investasi-pariwisata-di-indonesia-832bBw5zSE.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Aplikasi Online Single Submission (OSS) terbukti mempermudah investor pariwisata untuk menanamkan modal di Indonesia .

Asisten Deputi Investasi Kementerian Pariwisata Hengki Manurung mengatakan, aplikasi OSS menjadi jawaban serta pembuktian kepada pelaku usaha agar tidak lagi mendapatkan kesulitan dalam mengurus izin usaha. Hal itu disampaikan saat sosialisasi aplikasi OSS untuk perizinan usaha sektor pariwisata di Batam, Kamis 2 Mei 2019. Sebagai salah satu pintu gerbang pariwisata Indonesia, Batam diharapkan bisa menarik kedatangan 2,5 juta wisatawan.

”Diharapkan pelaku usaha pariwisata bisa melakukan pengembangan. Karenanya, kualitas serta kemasan kian meningkat sehingga daya tarik wisatawan lebih banyak datang untuk memborong produk-produk UKM berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga: Menko Darmin Ingatkan Pemda Jangan Buat OSS Tandingan

Kasubid Pelayanan Operasional Perizinan Berusaha Direktorat Pelayanan Berusaha Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Kukuh Agung Pribadi menambahkan, dari data per Januari 2019 para pelaku usaha yang membuat nomor induk berusaha (NIB) sudah terdaftar di data base OSS sebanyak 200.000, 10.000 di antaranya adalah pelaku usaha di bidang pariwisata.

Kukuh menjelaskan, dalam mendukung kelancaran para pelaku usaha pariwisata maka penerbitan izin sepenuhnya dilakukan keseragaman sehingga mudah ditelaah. ”Sistem pelayanan ini sangat mudah dan cepat,” jaminnya.

Pemerintah menargetkan pada 2019 investasi di sektor pariwisata meningkat menjadi USD2,5 miliar, naik dibanding 2018 senilai USD2 miliar.

Baca Juga: Ternyata Ini Kendala Perizinan Online Terpadu di Daerah

Kepala Seksi Pariwisata Perdagangan dan Telekomunikasi Direktorat Deregulasi Penanaman Modal BPKM Supriyadi mendorong lebih banyak investor menanamkan modalnya terutama di Kota Batam, yang selama ini identik sebagai kota industri.

”Dulu tahun 2005 masih banyak tanah lapang, namun sekarang banyak berdiri hotel megah, lalu dilihat dari sisi infrastruktur juga semakin mapan,” katanya.

Sebelumnya, pada Senin 29 April 2019, mantan presiden BJ Habibie meresmikan Erlesen Tower yang merupakan karya mahamegah PT Pollux Properti Indonesia Tbk. Erlesen Tower merupakan bagian dari megablok Meisterstadt Batam yang akan menandingi Marina Bay Sands Singapura. Gedung pencakar langit ini dilengkapi 385 unit dan koleksi penthouse mewah. Beragam fasilitas tersebut diyakini akan meningkatkan reputasi Batam sebagai destinasi investasi dan wisata.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini