nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bangun Smelter Nikel, Central Omega Anggarkan Capex Rp1,7 Triliun

Rabu 08 Mei 2019 11:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 08 278 2052950 bangun-smelter-nikel-central-omega-anggarkan-capex-rp1-7-triliun-GA2Zqe9JyT.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Danai pengembangan bisnis untuk pembangunan smelter nikel, PT Central Omega Resources Tbk (DFKT) menyiapkan belanja modal USD500 juta atau sekitar Rp7,1 triliun (kurs Rp14.200 per dolar AS).

Disebutkan, pembangunan smelter dengan total kapasitas 300.000 ton Ferro Nickel (FeNi) per tahun yang semula direncanakan dalam tiga tahap dipersingkat menjadi dua tahap. Demikian seperti dilansir Harian Neraca, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Tahap pertama di tahun 2017 dengan kapasitas 100.000 ton FeNi per tahun menggunakan teknologi Blast Furnace. Adapun, tahap kedua mulai tahun 2020 dengan kapasitas 200.000 ton FeNi per tahun menggunakan teknologi Electric Furnace.

 Baca Juga: Produksi Rendah, Eagle High Plantations Rugi Rp254 Miliar

Pembangunan smelter tahap pertama yang dilaksanakan oleh PT COR Industri Indonesia, entitas anak, bekerjasama dengan PT Macrolink Nickel Development. Sampai dengan 31 Desember 2018, smelter telah berproduksi dan produknya telah dipasarkan secara ekspor.

Selain itu, manajemen juga berencana bekerjasama dengan PT Macrolink Nickel Development untuk membangun Smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dengan kapasitas sebesar 20.000 ton nikel per tahun atau setara dengan 200.000 FeNi per tahun).

Perseroan menyebutkan telah membangun smelter guna mematuhi PP No. 1/2014 dan Peraturan Menteri No. 1/2014. Kemudian pada tanggal 15 Februari 2019, berdasarkan persetujuan No. 03.PE-08.19.0005 dari Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, PT Mulia Pacific Resources (MPR), entitas anak, memperoleh persetujuan ekspor bijih nikel dengan kadar <1,7% (kurang dari satu koma tujuh persen) sebanyak 700.000 ton untuk periode sampai 29 Oktober 2019.

Dari sisi keuangan, pendapatan perseroan per Maret 2019 senilai Rp298,06 miliar. Perusahaan kembali membukukan pendapatan setelah saldo penjualan nihil pada kuartal I-2018. Penjualan feronikel dan bijih nikel seluruhnya dalam bentuk ekspor.

 Baca Juga: Kabelindo Murni Bidik Penjualan Rp1,7 Triliun

Ekspor kepada pembeli pihak ketiga ialah China National Materials Industry Import dan Export Corporation senilai Rp175,88 miliar. Selanjutnya, Five Star General Resources Co., Ltd. Seluruh penjualan dalam mata uang dolar AS.

Beban pokok mencapai Rp215,8 miliar, sehingga laba kotor sejumlah Rp82,26 miliar. DKFT pun membukukan laba bersih Rp27,66 miliar, berbalik dari rugi bersih sebelumnya sebesar Rp16 miliar.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini