nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OJK Catat Banyak Usaha Gadai yang Belum Berizin

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 08 Mei 2019 11:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 08 320 2052946 ojk-catat-banyak-usaha-gadai-yang-belum-berizin-htU6XTWazh.jpg OJK. Foto: Okezone

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong standardisasi status usaha gadai di Tanah Air. OJK mencatat dari 585 usaha gadai yang ada di seluruh Indonesia, baru 24 usaha gadai yang mengantongi izin. OJK juga mencatat ada 72 pelaku gadai yang terdaftar, tapi belum berizin.

Direktur Pengawasan Lembaga Keuangan Khusus OJK Supriyono mengatakan, sekarang yang memiliki izin baru 24 dan yang sudah mendaftar 72 sehingga totalnya tercatat 96 usaha. Jumlah 585 ini terus di-update keberadaannya dan terus menyusut.

“Karena dulu pada 2016 usaha gadai masih bercampur dengan cabang-cabang jasa keuangan lain,” kata Supriyono di Jakarta kemarin. Dia mengimbau pelaku gadai yang sudah terdaftar, tapi belum memiliki izin operasi untuk mengurus perizinannya.

Baca Juga: Catat, Usaha Gadai Harus Cantumkan Izin OJK

OJK memberi waktu hingga 29 Juli 2019 nanti. Proses pendaftaran pengajuan izin usaha atau pendaftaran sudah dibuka selama dua tahun, yakni sejak 29 Juli 2016 sampai 29 Juli 2018.

“Bagi usaha gadai yang sudah ada, di berikan kesempatan untuk mendaftar. Mendaftar ini persyaratannya sangat ringan yang penting mendaftar siapa pemiliknya, alamatnya di mana,” papar dia. Setelah 29 Juli 2018 hingga 29 Juli 2019, pelaku gadai yang sudah mendaftar harus mengurus perizinan.

Dalam pengurusan perizinan ini bagi pelaku gadai yang sudah terdaftar mendapat pelayanan khusus. “Kalau mereka belum mengurus izin sampai nanti 29 Juli, mereka harus langsung memenuhi persyaratan modal sendiri Rp500 juta dan Rp2,5 miliar. Ini bagi pelaku usaha yang sudah terdaftar sebelum 29 Juli 2019,” tuturnya. Adapun bila usaha gadai berada di tingkat kabupaten/kota, maka modal yang disetor sebesar Rp500 juta, sementara di level provinsi modal disetor sebesar Rp2,5 miliar.

Jelang Lebaran, Warga Gadai Emas 

Harus disetor secara tunai dan penuh atas nama perusahaan pergadaian pada salah satu bank umum atau bank umum syariah Indonesia. “Saat ini dalam pipeline ada 15 perusahaan pergadaian yang dalam proses perizinan. Ada yang sedang menjalankan fit and proper test.

Diharapkan 29 Juli semuanya sudah akan selesai,” paparnya. OJK juga terus mendorong agar industri gadai mampu tumbuh lebih maksimal di masa mendatang. Laba PT Pegadaian (Persero) menjadi pembentuk laba terbesar industri gadai, yaitu sebesarRp0,79triliun.

Total aset industri gadai mencapai Rp55,7 triliun hingga Maret 2019 atau meningkat sebanyak 10,05% dibandingkan dengan posisi Maret 2018. Sementara total liabilitas meningkat sebanyak 9,91% pada Maret 2019 dibandingkan Maret 2018.

Total ekuitas mencapai Rp20,986 triliun atau meningkat sebanyak 10,16% dibandingkan de ngan Maret 2018. ALE Pegadaian menjadi penyusun ALE terbesar industri gadai yaitu untuk aset 99,3% (Rp55,4 triliun), liabilitas sebesar 99,3% (Rp34,5 triliun), dan ekuitas sebesar 99,66% (Rp20,9 triliun).

Lebih lanjut, Supriyono menambahkan, kegiatan usaha gadai mencapai Rp30,3 triliun atau meningkat sebanyak 1,41% dibandingkan dengan Maret 2018. Kegiatan usaha fidusia mencapai Rp5,09 triliun atau meningkat sebanyak 59,89% di bandingkan dengan Maret 2018.

Kegiatan usaha lainnya turun sebanyak 95,42% dibandingkan dengan Maret 2018. “Kegiatan usaha syariah mencapai Rp8,02 triliun atau meningkat 43,46% dibandingkan dengan Maret. Penyaluran pinjaman pegadaian menjadi penyusun terbesar industri pegadaian, yaitu untuk gadai 99,25%(Rp30,16triliun), fidusia 99,03% (Rp5,04 triliun), lainnya sebesar 56,48% (Rp0,006 triliun), syariah sebesar 100% (Rp8 triliun),” ungkap Supriyono.

Saat ini, lanjut dia, OJK mencatat terdapat 96 pelaku usaha gadai di Indonesia. Jika dirinci, sebanyak 72 pelaku usaha gadai sudah terdaftar dan sebanyak 24 usaha gadai sudah berizin. Terkait persebaran, 77 pelaku gadai berada di Jawa, sebanyak 14 ada di Sumatera, dan sebanyak 2 pelaku gadai berada di Kalimantan.

Peralihan BI Checking ke OJK di Tahun 2018

“Kemudian sebanyak dua pelaku gadai ada di NTT dan sebanyak satu pelaku gadai ada di Sulawesi,” tuturnya. Lebih lanjut, OJK terus berupaya mendorong percepatan pendaftaran industri gadai.

Di antara yang dilakukan adalah sosialisasi kepada pelaku usaha pegadaian sebanyak sembilan kali di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan. Kemudian, pemuatan daftar perusahaan pegadaian yang terdaftar dan yang telah mendapat izin usaha di website OJK.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto mengatakan, kontribusi pajak yang di berikan oleh Pegadaian terus mengalami peningkatan. Pada 2017 Pegadaian menyetorkan pa jak sebesar Rp1,26 triliun, pada 2018 naikmenjadiRp1,44triliun.

Perseroan juga menyambut baik serta siap mendukung dan menyukseskan program Integrasi Data Perpajakan Pegadaian dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Hal ini sejalan dengan program transformasi digital yang sedang dijalankan oleh perusahaan.

(Hafid Fuad)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini