nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Jengkel 20 Tahun Masalah CAD-Defisit Neraca Dagang Tak Selesai

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 12:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 09 320 2053468 jokowi-jengkel-20-tahun-masalah-cad-defisit-neraca-dagang-tak-selesai-dyYyHiuBwN.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo jengkel karena persoalan mengenai defisit neraca perdagangan dan juga transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) tidak pernah beres. Bahkan sampai hari ini pun permasalahan defisit neraca perdagangan dan juga CAD masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

Sebagai gambaran pada kuartal I-2019 sendiri Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit USD193 juta. Sedangkan CAD pada kuartal I-2019 ini diprediksi berada di kisaran 2,5%.

"Kita lebih dari 20 tahun tidak bisa menyelesaikan defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan," ujarnya dalam acara Musrembangnas, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

 Baca Juga: Jokowi Ingatkan Ekonomi Indonesia Tak Terjebak dalam Middle Income Trap

Menurut Jokowi, persoalan dari defsitnya neraca perdagangan dan transaksi berjalan juga disebabkan karena ekspor dan investasi yang masih kurang, sehingga, pemerintah sendiri masih mengandalkan impor.

"Kenapa? karena ekspor kita kedua investasi kita," ucapnya.

Menurut Jokowi, antara investasi dan juga neraca perdagangan ini saling berkaitan. Jika investasi yang datang ke Indonesia semakin besar dan banyak maka neraca perdagangan juga bisa membaik tentunya dengan catatan investasi yang datang merupakan barang subtitusi impor dan orientasi ekspor.

 Baca Juga: Presiden Jokowi: Kalau Neraca Perdagangan Surplus, Kita Tinggal Kipas-Kipas

Oleh karena itu Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengajak pemerintah Daerah (Pemda) untuk menarik investasi sebanyak-banyaknya. Khususnya investasi yang berorientasi ekspor.

"Problem kita defisit neraca peredagangan dan CAD. Artinya butuh ekspor. Butuh investasi. Investasi terutama yang berorientasi kepada ekspor, kepada subtitusi barang-barang impor," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini