nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KKP Pamer Udang hingga Kakap Merah di Belgia

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2019 19:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 10 320 2054163 kkp-pamer-udang-hingga-kakap-merah-di-belgia-kaWDWqh1V5.jpg Foto: Pameran Seafood Expo Global (KKP)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ikut serta dalam Seafood Expo Global (SEG) yang berlangsung dari tanggal 7 – 9 Mei 2019 di Brussels, Belgia. Diharapkan pameran tersebut dapat mendongkrak ekspor produk kelautan dan perikanan Indonesia.

Pameran kali ini diikuti sebanyak 12 eksportir dan 1 asosiasi pelaku usaha yaitu Asosiasi Perikanan Pole and Line dan Handline Indonesia (AP2HI) bergabung dalam Paviliun Indonesia seluas 416 m2 dengan menampilkan produk frozen tuna, udang, cumi, sotong, gurita, kakap merah, kerapu, dan produk ikan dan kepiting/rajungan dalam kaleng, serta green caviar - produk rumput laut jenis Caulerpa.

Sekretaris Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Berny A Subki mengatakan, SEG merupakan pameran seafood terbesar di Eropa mengingat pameran ini diikuti oleh 2.007 peserta dari 88 negara, dan dihadiri oleh supplier produk perikanan dari UE dan seluruh penjuru dunia yang memasok ke supermarket, restoran, catering, pasar seafood, hotel, perusahaan airline, kapal pesiar dan lainnya.

Baca Juga: Kapal Asing Ditenggelamkan, Menteri Susi: Sekarang Mancing Sebentar Dapat Kakap Merah

“Ini momentum tepat untuk terus mengenalkan produk kelautan dan perikanan kita di mata dunia. Sebagai wujud dari upaya meningkatkan ekspor produk perikanan kita,” kata Berny, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/5/2019).

Uni Eropa merupakan salah satu pasar utama hasil perikanan dunia dan juga merupakan pasar utama Indonesia. Jika kita merujuk data BPS, pada tahun 2018, ekspor Indonesia ke UE (termasuk UK) mencapai USD445 juta dengan volume 79.835 ton. Komoditas utama ekspor Indonesia ke UE yaitu tuna dengan nilai ekspor USD118 juta, diikuti udang 97,47 juta, cumi-cumi, sotong dan gurita USD93,85 juta, dan kepiting atau rajungan USD15,59 juta.

Secara umum pertumbuhan nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke UE selama 7 tahun terakhir (2012-2018) meningkat 3,44%. “Dengan keikutsertaan kita dalam ajang pameran international seperti SEG ini harapannya mampu menjaring pembeli dan membuka pasar produk perikanan kita lebih luas," ujarnya.

Baca Juga: Menteri Susi ke Nelayan: Kalau Ada yang Pakai Rumpon, Laporkan ke Saya

Alhasil, lanjut dia lagi, selama pameran berlangsung dihasilkan nilai potensi transaksi sebesar USD153,03 juta melebihi target USD100 juta yang telah ditentukan. Adapun produk yang diminati para buyers antara lain udang jenis vanname dan windu, tuna, gurita, kakap merah, kerapu, daging kepiting dalam kaleng, dan green caviar.

Sementara para buyers antara lain berasal dari UK, Spanyol, Jerman, Belgia, China, Belanda, Turki, Perancis, Itali, Portugal, Rusia, AS, Yunani, Meksiko, Australia, dan Vietnam.

Sementara itu, Duta Besar Yuri O Thamrin pada kesempatan membuka Paviliun Indonesia, mengharapkan Indonesia dapat menjadi salah satu pemain penting dalam industri seafood global dari upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah Indonesia dalam melindungi stok ikan dari penangkapan ikan yang berlebihan, memberantas IUU Fishing dan memperbaiki tata kelola perikanan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini