Milenial Diandalkan Wujudkan RI Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 14 320 2055448 milenial-diandalkan-wujudkan-ri-jadi-pusat-keuangan-syariah-dunia-sh350TmNYi.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, peran dari generasi milenial diharapkan dalam merealisasikan potensi Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Karakteristik generasi milenial yang kreatif, inovatif, dan melek teknologi, akan menjadikan produk dan layanan halal sebagai gaya hidup yang merupakan kata lisator berharga bagi pengem bangan ekonomi dan keuangan syariah.

“Dengan karakter generasi milenial yang inovatif, kreatif, dan melek teknologi, saya sangat berharap generasi muda kita ini menjadi mesin penggerak industri halal dan keuangan syariah kita,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat menyampaikan sambutan Talkshow Millenials Sharia Economic Summit di Jakarta,

 Baca Juga: BI: Keuangan Syariah Indonesia Mulai Bergeliat

Selain itu, peran milenial ini bisa menjadi wirausahawan muda industri halal maupun menjadi investor atau nasabah/konsumen produk-produk halal serta keuangan syariah.

Berdasarkan statistik Indonesia, jumlah generasi milenial lebih dari 100 juta orang. Sementara di dunia generasi milenial akan tumbuh menjadi 4,7 miliar orang pada 2030. Dia mengatakan, potensi berkembangnya ekonomi dan ke uangan syariah saat ini semakin besar dengan perkembangan teknologi yang makin pesat.

Apalagi di era revolusi industri 4.0 ini, perkem bang an teknologi tidak bisa dibendung dan merambah ke seluruh sendi kehidupan masyarakat.

“Perkembangan teknologi ini harus kita manfaatkan untuk memacu perkembangan indus tri halal dan keuangan syariah kita,” ujarnya.

Kombinasi antara perkembangan teknologi dan besar nya penduduk muslim serta penduduk usia milenial, seharusnya bisa ditangkap oleh peng giat ekonomi syariah sebagai peluang untuk semakin mendorong perkembangan industri halal dan keuangan syariah.

 Baca Juga: Melihat Potensi Keuangan Syariah Berbasis Digital

Perkembangan ekonomi syariah juga harus didukung oleh peran industri keuangan syariah. OJK memiliki komitmen besar untuk terus mengem bangkan ekonomi dan keuangan syariah.

“Komitmen tersebut kami wujudkan dengan meluncurkan Roadmap Pengembangan Keuangan Syariah 2017-2019 serta mengembangkan produk keuangan syariah,” kata Wimboh.

Selain itu, OJK juga saat ini terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di antaranya melalui program Bank Wakaf Mikro dan Asuransi Wakaf. Saat ini sudah ada 53 BWM di pelosok Tanah Airde ngan total pembiayaan sebesar Rp8,45 miliar dan menjangkau lebih dari 10.000 nasabah.

“Potensinya bisa mencapai 1.000 BWM di seluruh nusantara,” katanya.

Seluruh upaya ini diharapkan akan memberikan ruang untuk tumbuh kembangnya industri keuangan dan ekonomi syariah nasional. Namun, keinginan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kolaborasi antara pemangku kepentingan dan seluruh pegiat industri syariah.

Dengan sinergi semua pihak, OJK berharap pertumbuhan keuangan syariah Indonesia akan terus membaik serta juga bisa meningkatkan kontribusinya dalam mendukung pembangunan nasional untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengungkapkan terjadi tren yang cukup pesat dalam pemilihan produk yang lebih islami bagi generasi milenial.

Jumlah penjualan busana muslim, paket travel halal, dan produk makanan berlabel halal terus meningkat. "Ada value yang memikat bagi produk halal untuk si pembeli misalnya penguatan identitas religi, produk halal lebih ramah lingkungan, dan persepsi aman bagi kesehatan," ujarnya.

Jadi, milenial tidak hanya membeli barang karena harganya murah, tapi juga valuedi barang itu. Dari sisi investasi milenial mulai melek produk seperti sukuk tabungan dengan bagi hasil yang tinggi. Di pasar modal juga jumlah milenial yang membeli saham yang sesuai prinsip syariah makin bertambah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini