nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Rini: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Akhir 2020

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 15:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 14 320 2055566 menteri-rini-kereta-cepat-jakarta-bandung-selesai-akhir-2020-IEzyBuB17h.jpg Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto: Dok. Kementerian BUMN)

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno memastikan pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta -Bandung Tunnel Walini telah berjalan baik dan mencapai 60% di akhir 2019. Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan selesai dibangun akhir 2020 dan menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara.

Setelah pengerjaan yang dilaksanakan selama 15 bulan, tunnel dengan panjang 608 meter ini menjadi tunnel pertama dari 13 tunnel KCJB lainnya yang berhasil ditembus. Pencapaian ini merupakan sebuah milestone baru setelah Tunnel Walini di Jawa Barat berhasil ditembus.

“Akhir tahun 2019 progresnya bisa mencapai 60%. Saya akan terus mengawal dan memastikan proyek berjalan baik. Semua ini juga tidak terlepas dari dukungan dari semua pihak, baik Pemda Jawa Barat, stakeholder dan masyarakat,” ungkap Rini dalam keterangan tertulis, Selasa (14/5/2019).

Baca Juga: Menteri Rini Sebut Tujuan Proyek Kereta Cepat demi Bangun Kota Baru

Detik-detik penembusan Tunnel Walini dikemas dalam acara bertajuk “Tunnel Walini Breakthrough” dan prosesnya disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia Xiao Qian, Direktur Jendral Pengadaaan Tanah Arie Yuriwin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna serta sejumlah Direksi BUMN.

Rini juga menegaskan, pemerintah melalui Kementerian BUMN terus mendorong penyelesaian proyek Kereta Cepat sehingga nantinya kehadiran proyek ini mampu menciptakan pusat-pusat perekonomian baru.

“Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, keberadaan proyek ini bertujuan mengurai kepadatan baik di Jakarta maupun di Bandung sehingga mampu menciptakan pusat-pusat perekonomian yang baru dan mendorong pemerataan ekonomi. Kita optimistis proyek ini berjalan baik dan kalau kita bisa selesaikan akhir 2020, ini bisa jadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara," tuturnya.

rini soemarno

Sebagai tunnel pertama yang berhasil ditembus, Tunnel Walini memiliki lebar diameter dalam mencapai 12,6 meter dan lebar diameter luar mencapai 14,3 meter. Terowongan yang berlokasi di Kecamatan Cikalongwetan, Bandung Barat ini memiliki wesel di dalamnya serta 2 jalur kereta cepat dengan posisi DK95+472 pada inlet dan DK96+080 pada outlet. Sisi outlet dari tunnel ini akan langsung terhubung dengan Stasiun Walini.

Proses konstruksi Tunnel Walini dilakukan pada sisi inlet dan outlet secara bersamaan dengan menggunakan metode open-cut dengan menggali permukaan tanah hingga ke dasar galian dengan sudut lereng galian tertentu (slope angle). Tunnel Walini sendiri merupakan tunnel garis lurus dengan kemiringan 1‰ (satu per mil) dan memiliki klasifikasi tingkat batuan yang cukup tinggi (grade V) serta kedalaman maksimum 37 meter.

Dengan metode ini, sisi inlet tunnel memiliki total panjang galian 228 meter sedangkan sisi outlet sepanjang 380 meter. Pengerjaannya sendiri melibatkan lebih dari 120 pekerja konstruksi dengan penggalian tunnel mencapai rata – rata 35 meter dan pengecoran secondary lining rata-rata 36 meter setiap bulannya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini