JAKARTA - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menilai pergerakan harga batu bara cenderung stabil. Diprediksi harga batu bara akan stabil di atas USD80 per ton.
Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan, sebenarnya untuk memperkirakan harga batu bara sulit karena di luar kontrol. Namun bila melihat permintaan, maka masih baik.
"Harga batu bara di luar kontrol saya. Satu saya lihat demand (permintaanb) relatif oke, dia tidak naik tapi stabil," ujarnya, di Jakarta, Rabu (15/5/2019).
Baca Juga: Bos Adaro Sebut Kewajiban Penggunaan Kapal untuk Batu Bara Belum Siap
Sebenarnya, kata pria yang akrab disapa Boy, permasalahan batu bara terletak pada sulitnya perusahaan tambang mendapat modal baru dari perbankan. Hal ini akan mempengaruhi supply batu bara sendiri.
"Kalau enggak ada financing baru, berarti supply baru juga tidak meningkat. Kalau supply tidak meningkat karena tidak ada pemain baru berarti harga stabil. Di atas USD80. Sekarang di USD85 per ton," ujarnya.
Dia mengatakan, penggunaan batu bara beberapa tahun ke depan juga akan bertambah. Seiring beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
"PLTU Batang jadi, Vietnam jadi, Jepang, Thailand. Dia kan butuh batu bara," ujarnya.
(Rani Hardjanti)