Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Impor Migas Melonjak Hadapi Lebaran

Koran SINDO , Jurnalis-Jum'at, 17 Mei 2019 |11:10 WIB
   Impor Migas Melonjak Hadapi Lebaran
Ilustrasi: Foto Shutterstock
A
A
A

Hal senada juga dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dia memastikan bahwa kenaikan impor migas disebabkan adanya peningkatan konsumsi energi.

Namun, peningkatan tersebut tidak diimbangi dengan kenaikan produksi migas secara signifikan. ”Melihat volume permintaan memang meningkat dan tidak bisa turun karena pertumbuhan di atas 5%.

Sementara dari sisi produksi kalau dilihat masih cukup stagnan, sementara permintaan terus meningkat,” tandas dia. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi lifting minyak dan gas (migas) pada kuartal 1/2019 ini sebesar 1,8 juta barel setara minyak per hari.

Realisasi lifting tersebut mencapai 94,6% dari target yang dipasang APBN sebesar 2,2 juta barel setara minyak per hari. Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) neraca perdagangan pada April 2019 mengalami defisit sebesar USD2,5 miliar.

Defisit tersebut berasal dari defisit neraca dagang migas yang mencapai USD1,49 miliar. Sementara dari sisi ekspor migas hanya sebesar USD741,9 juta, sedangkan impor bahan bakar minyak (BBM) sebesar USD1,44 miliar.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement