nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekspor Anjlok, Indonesia Harus Belajar dari Korea Selatan

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 17:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 17 320 2057066 ekspor-anjlok-indonesia-harus-belajar-dari-korea-selatan-3cON0Ajs8o.jpeg Pelabuhan. Foto: Shutterstock

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor Indonesia mencapai USD12,60 miliar pada April 2019. Angka tersebut mengalami penurunan 10,80% dibandingkan Maret 2019 sebesar USD14,12 miliar.

Melihat data tersebut, ekspor Indonesia harus bisa lebih maju supaya pertumbuhan ekonomi bisa meningkat. Untuk merealisasikan itu, Indonesia harus belajar dari kemajuan Korea Selatan (Korsel). Menurut Ahli Industrialisasi Rizal Ruswito, untuk mendorong ekspor RI ke-10 besar negara eksportir dunia, Indonesia harus menguasai teknologi dan informasi bukan andalkan Sumber Daya Alam (SDA).

Dia mencontohkan, brand seperti Vivo, Lenovo, Honda hingga Lotte bisa terkenal bukan karena negara pembuatnya mengandalkan SDA. Negara tersebut mampu menguasai teknologi sehingga merk atau brandnya terkenal dan ekspornya bisa maju.

 Baca Juga: Ekspor April Turun, BPS: Perdagangan Global Semakin Sulit

"Jadi mereka bukan hanya ekspor barang tapi brandnya menguasai," tuturnya, di Gedung BPPT II, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Menurutnya, kita bisa belajar dari Korea Selatan, karena negara tersebut perkembangannya hampir sama dengan Indonesia. Dalam perkembangannya, Korea Selatan mengandalkan teknologi dengan menghasilkan produk seperti Hyundai hingga Samsung.

"Dalam perkembangannya, Korea juga mendapat keberpihakan masyarakatnya. Jadi mereka selalu pakai produk Korea. Bahkan bila ada perusahaan Korsel di mana saja, harus orang atau kaitan dengan Korsel," ujarnya.

Selain itu, Korea juga menonjolkan karyanya seperti K-Pop, drama Korea dan lainnya. Dari hal ini, produk Korea Selatan bisa terkenal dan hasilkan ekspor tanpa mengandalkan SDA-nya.

ekspor

"Nah bisa dilihat brand kita di mana," tuturnya.

Melihat kemajuan Korea Selatan, Rizal mengatakan, Indonesia tinggal mengembangkannya. Sebab, banyak produk seperti pesawat CN-235 yang ekspor ke Afrika, INKA ekspor gerbong dan lokomotif ke Afrika. Kemudian, PT PAL ekspor kapal perang,

"Dari produk itu, ini menunjukkan kita bisa. Hanya butuh perencanaan yang jelas dan determinasi," ujarnya.

Selain itu, kata Rizal, militansi pada brand lokal harus ditingkatkan. Jangan takut gunakan bahasa Indonesia untuk dijadikan nama brand.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini