nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerbang Tol Cikampek Utama Beroperasi 23 Mei

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 18 Mei 2019 11:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 18 320 2057306 gerbang-tol-cikampek-utama-beroperasi-23-mei-SfiWEH9fDj.jpg Jalan Tol (Foto: Antara)

BEKASIGerbang tol (GT) Cikampek Utama dan Kalihurip Utama segera beroperasi pada Kamis (23/5) mendatang. Gerbang tol ini merupakan pengganti GT Cikarang Utama yang bebannya sudah sangat padat dan sering menyebabkan kemacetan parah. Pembangunan GT Cikampek Utama yang berada di ruas tol Cipali Km 70 dan GT Kalihurip Utama di ruas tol Cipularang Km 67 terus dikebut agar bisa di lintasi pemudik Lebaran 2019.

“Realisasi pembangunannya hampir rampung,” kata Ka subbag Humas PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Hendra Damanik kemarin. GT Cikampek Utama tengah disiapkan 15 pintu masuk dan 15 pintu keluar, sedangkan di GT Kalihurip Utama dibangun 15 pintu masuk dan 17 pintu keluar.

Dengan demikian, pada arus mudik tahun ini pemudik yang menggunakan jalur tol dari arah Jakarta tidak lagi melakukan transaksi di GT Cikarang Utama. Dua gerbang itu menggantikan GT Cikarang Utama menjadi dua arus, satu di jalur Cipali atau Cikampek Utama dan satu lagi menuju Bandung.

Baca Juga: Kena Gusur, Berapa Harga Rumah Menteri Basuki?

General Manager PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Raddy R Lukman menuturkan, tidak berfungsinya GT Cikarang Utama sebagai gerbang transaksi diharapkan arus lalu lintas di ruas tol Jakarta-Cikampek dari arah Jakarta mau pun Bandung bisa lancar, dan kemacetan parah yang kerap terjadi langsung terurai.

Saat ini GT Cikarang Utama tidak seluruhnya beroperasi melayani transaksi. Gerbang tersebut banyak yang tak dapat di manfaatkan lantaran terimbas proyek pembangunan infrastruktur seperti jalan tol layang (elevated), light rail transit (LRT) Jabodebek, dan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Jika GT Cikarang Utama dipaksa beroperasi, pastinya tidak bisa membendung lonjakan pemudik yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya. “Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan memprediksi sekitar 40% dari 14,9 juta pemudik dari Jabodetabek akan melewati Cikarang Utama,” ujarnya.

Antrean Kendaraan Memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama pada Arus Balik Gelombang II 

Maka itu, pemindahan GT Cikarang Utama memang harus di lakukan. Meski tidak di fungsikan lagi, kini GT Cikarang Utama dijadikan tempat top up kartu e-toll.

Raddy menjelaskan, penutupan GT Cikarang Utama akan berdampak terhadap penyesuaian tarif tol pada beberapa ruas sehingga sistem pembayaran tol menjadi terbuka. Misalnya kendaraan dari arah Cawang akan dikenakan penarikan pada pintu keluar, sedangkan dari arah sebaliknya dikenakan pada pintu masuk tol.

Jasa Marga membagi empat wilayah dalam penetapan tarif dampak penutupan GT Cikarang Utama. Untuk wilayah 1 Jakarta-Pondok Gede Barat, tarif tidak mengalami per ubahan. Golongan I dikenakan Rp1.500. Wilayah 2 Jakarta-Cikarang Barat dengan tarif golongan I Rp4.500.

Wilayah 3 Jakarta-Karawang Timur, tarif tol golongan I menjadi Rp12.000. Wilayah 4 Jakarta-Cikampek dikenakan Rp15.000 untuk golongan I. Atas kebijakan tersebut, wilayah 3 mengalami dampak tarif menjadi lebih mahal.

Seperti Jakarta-GT Cibatu dari sebelumnya Rp6.000, menjadi Rp12.000. Kemudian GT Cikarang Barat - Cibatu dari Rp1.500 menjadi Rp12.000, dan dari Cikarang Barat ke Cikarang Timur naik dari Rp2.500 menjadi Rp12.000.

Implikasi penyesuaian tarif dari Cawang hingga Pondok Gede Timur justru tetap Rp1.500. Setelah beroperasi Cikampek Utama dan Kalihurip, jarak jauh sama yakni Rp15.000, namun hingga GT Karawang Timur dari Rp10.500 menjadi Rp12.000.

Antrean Kendaraan Memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama pada Arus Balik Gelombang II

Pengamat transportasi Univer sitas Trisakti Yayat Supriatna menyambut baik perpindahan GT Cikarang Utama ke Cikampek Utama dan Kalihurip Utama. Imbas penutupan ini akan menambah kecepatan kendaraan sekitar 30%.

“Ini sangat baik. Coba nanti lihat dengan pergeseran ini akan mengurangi kemacetan,” ujarnya. Dia menilai GT Cikarang Utama mengalami penyempitan atau bottle neck .

Terlihat dari adanya empat tiang pancang yang membuat ruas jalan di lokasi selalu mengalami kemacetan. Apalagi, perpindahan gerbang tol ini memisahkan ruas tol mengarah ke Cipali dan Cipularang. “Dengan demikian, tol Jakarta-Cikampek tidak lagi macet,” ucap Yayat.

(Abdullah M Surjaya/Yan Yusuf)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini