nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Tarif Terselubung dengan Dibongkarnya Gerbang Tol Cikarang Utama?

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 20 Mei 2019 13:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 20 320 2057921 ada-tarif-terselubung-dengan-dibongkarnya-gerbang-tol-cikarang-utama-xT59fcBKqs.jpg Foto: Gerbang Tol Cikarang Utama (Feby/Okezone)

JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengimbau PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) untuk tidak mempermainkan tarif ketika Gerbang Tol Cikarang Utama resmi tidak diberlakukan.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, bukan kali pertama Jasa Marga mereformulasi pelayanan jalan tol dalam konteks perbaikan standar pelayanan minimal. Salah satunya dengan membongkar Gerbang Tol Cikarang Utama dan memindahkan transaksi ke Gerbang Tol Cikampek Utama dan Kalihurip.

"Konsen saya pertama perubahan ini otomatis mengubah tarif di ruas itu. Jadi BPJT dan Jasa Marga kita dorong dan diminta tidak ada kenaikan tarif secara terselubung. Memang di titik tertentu ada korban yang tarifnya jadi naik, tapi ada juga yang turun. Saya kira ini risikonya," ujarnya, di Gerbang Tol Cikampek Utama, Senin (20/5/2019).

 Baca Juga: 150.000 Kendaraan Diprediksi Serbu Jalan Tol saat Mudik

Menurut Tulus, pergeseran transaksi dari Cikarang ke Cikampek dan Kalihurip agak terlambat. Sebab, hal ini dilakukan ketika konstruksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated sudah dijalankan.

"Harusnya sebelum konstruksi dilakukan sudah mulai pergeseran. Karena ketika konstruksi dimulai sangat menggangu. Meski begitu, dengan digeser dari Cikarut ke Cikatama, di atas kertas justru buat standar pelayanan minimal (SPM) jalan tol lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, General Manager PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Raddy R Lukman mengatakan, pihaknya menjamin tidak ada permainan tarif dengan digesernya transaksi tol dari GT Cikarang Utama ke Cikampek dan Kalihurip. Pasalnya, Jasa Marga menggunakan struktur dasar tarif yang sama.

"Tarif terselubung tidak ada. Artinya kami menggunakan struktur tarif dasar," tuturnya.

Jasa Marga membagi empat wilayah dalam penetapan tarif dampak penutupan GT Cikarang Utama. Untuk wilayah 1 Jakarta-Pondok Gede Barat, tarif tidak mengalami per ubahan. Golongan I dikenakan Rp1.500. Wilayah 2 Jakarta-Cikarang Barat dengan tarif golongan I Rp4.500.

 Baca Juga: Kebijakan Satu Arah di Tol Sebaiknya Tidak 24 Jam, Ini Penjelasannya

Wilayah 3 Jakarta-Karawang Timur, tarif tol golongan I menjadi Rp12.000. Wilayah 4 Jakarta-Cikampek dikenakan Rp15.000 untuk golongan I. Atas kebijakan tersebut, wilayah 3 mengalami dampak tarif menjadi lebih mahal.

Seperti Jakarta-GT Cibatu dari sebelumnya Rp6.000, menjadi Rp12.000. Kemudian GT Cikarang Barat - Cibatu dari Rp1.500 menjadi Rp12.000, dan dari Cikarang Barat ke Cikarang Timur naik dari Rp2.500 menjadi Rp12.000.

Implikasi penyesuaian tarif dari Cawang hingga Pondok Gede Timur justru tetap Rp1.500. Setelah beroperasi Cikampek Utama dan Kalihurip, jarak jauh sama yakni Rp15.000, namun hingga GT Karawang Timur dari Rp10.500 menjadi Rp12.000.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini