nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siap-Siap, 28 Juta Pekerjaan di ASEAN Bakal Diambil Alih Mesin

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 11:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 22 320 2058833 siap-siap-28-juta-pekerjaan-di-asean-bakal-diambil-alih-mesin-P7yHqCuu5o.jpg Buruh (Foto: Reuters)

JAKARTA – Dengan risiko 28 juta pekerjaan di ASEAN akan diambil alih mesin dan kecerdasan buatan (AI) dalam 9 tahun ke depan, Indonesia di nilai perlu mempersiapkan diri.

Salah satunya melalui pembaharuan kurikulum sesuai tren ilmu dan teknologi terkini. Indra Purnama, senior ahli e-commerce dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mengatakan dampak AI terhadap ketenagakerjaan akan sangat signifikan di masa depan. Ketimpangan kemungkinan akan terjadi jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. “Kehilangan lapangan pekerjaan akan menjadi mimpi buruk bagi Indonesia,” ujar Indra dalam acara diskusi umum di Kedubes Australia di Jakarta kemarin. “Kami harus mampu memberikan pembinaan untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi situasi ini,” tambahnya.

Baca Juga: Ekspansi, Perusahaan Korea Butuh 1.000 Sarjana Kimia dari Indonesia

Indonesia merupakan negara anggota ASEAN yang akan terdampak paling besar. Se banyak 9,5 juta orang kemungkinan akan dipecat karena posisinya diambil alih AI sampai 2028. Disusul Vietnam dengan 7,5 juta orang, Thailand 4,9 juta orang, dan Filipina 4,5 juta orang. Pertanian akan menjadi sektor yang terdampak paling buruk. Jumlah petani ASEAN yang mungkin akan kehilangan pekerjaan ialah sebanyak 3,5 juta orang. Adapun wholesale dan ritel sekitar 1,6 juta orang dan manufaktur 1,5 juta orang. Mereka perlu memiliki skill baru di divisi yang berbeda.

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal yang juga mantan wamenlu RI, mengatakan bahwa kehidupan sosial pada masa yang akan datang kemungkinan akan berubah. Mesin dan AI tidak hanya akan mengubah sistem korporasi dan ekonomi, tapi juga individu. “Dulu, email dan www juga di prediksi akan mengubah dunia,” kata Djalal. “Kita semua terlalu menganggap remeh dampaknya. Koneksi sosial telah berubah. Zaman sekarang kita makan bareng-bareng, tapi masing-masing sibuk bermain ponsel,” sambungnya.

tenaga kerja

Senada dengan Djalal, Dubes Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan, menilai AI akan menjadi disruptor besar dalam kehidupan manusia. Masyarakat akan berubah. Namun, tidak semua bidang dapat di ganti mesin dan AI secara sempurna terutama yang melibatkan perasaan, kesan, dan konteks. Dari segi bisnis, AI merupakan inovasi yang sangat menguntungkan. Managing Director Grab Indonesia Neneng Goe nadi mengatakan AI membantu sistem bekerja lebih baik, cepat, dan akurat. Dengan teknologi itu, Grab kini juga tidak segan untuk melebarkan sayap bisnisnya ke 222 kota di Indonesia.

(Muh Shamil)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini