nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RI Gandeng Belanda Perluas Pasar Ekspor ke Eropa

Rabu 22 Mei 2019 19:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 22 320 2059105 ri-gandeng-belanda-perluas-pasar-ekspor-ke-eropa-7aYtCUS3HF.jpg

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melakukan kerjasama dengan Kerajaan Belanda. Kerjasama ini merupakan upaya peningkatan daya saing industri nasional dan perluasan pasar ekspor produk lokal ke kawasan Eropa.

Kerja sama ini dituangkan melalui penandatananan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perindustrian dengan the Center for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI), yang merupakan badan di bawah Kementerian Luar Negeri Belanda.

MoU tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Restu Yuni Widayati bersama Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Ferdinand Lahnstein yang mewakili pihak CBI Belanda. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 Mei 2019 di Kemenperin, Jakarta.

"Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama periode sebelumnya, antara CBI Belanda denganDitjen KPAII Kemenperin tentang MoU on Industrial Technical Cooperation berikut juga Technical Arrangement untuk Engineering Sector dan Food Ingredients Sector yang ditandatangani pada April 2013 dan telah berakhir pada April 2018," ujarnya dikutip dari Sindonews, Rabu (22/5/2019)

Menurut Restu, MoU ini akan berlaku selama lima tahun (2019-2023) dan fokus pada kelompok produk seaweed extracts, essential oils, dan plant extractsyang akan menyasar pasar kosmetik dan makanan (suplemen) di Eropa. "Jadi, kali ini terkait peningkatan daya saing ekspor produk industri di sektor natural ingredients," jelasnya.

Produk natural ingredients Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan pasar Eropa, mengingat Indonesia memiliki kapasitas produksi yang tidak dapat diabaikan. Namun di sisi lain, daya saing masih menjadi tantangan bagi produsen natural ingredients Indonesia untuk memasuki pasar Eropa.

"Tantangan daya saing ekspor inilah yang coba dijawab melalui inisiasi kerja sama antara Kemenperin dengan beberapa lembaga mitra internasional seperti CBI Belanda," tutur Restu.

Natural ingredients digunakan secara luas di berbagai produk makanan (suplemen) dan produk kosmetik. Salah satu pasar utama di dunia untuk produk makanan dan produk kosmetik adalah Eropa.

"Kawasan Eropa, secara tradisional, telah bertumbuh sebagai pasar potensial bagi produsen natural ingredients dengantingginya tingkat permintaan untuk berbagai variasi produk yang dibuat dari bahan tersebut," ungkap Lahnstein.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini