nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Aturan Jual Beli Valas

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 25 Mei 2019 08:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 24 20 2059884 fakta-fakta-aturan-jual-beli-valas-dDpc0V17R7.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 21/ 7/PBI/2019 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia No 20/10/PBI/2018 Transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

PBI ini bertujuan dalam rangka memberikan fleksibilitas melalui penyesuaian Underlying Transaksi untuk penjualan valuta asing terhadap rupiah melalui transaksi DNDF yang dilakukan nasabah atau pihak asing.

 Baca Juga: BI Revisi Ketentuan Aturan Jual Beli Valuta Asing

Berikut fakta-fakta menariknya seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

1, Aturan Tertuang dalam PBI No 21/ 7/PBI/2019

Aturan ini tentang perubahan Peraturan Bank Indonesia No 20/10/PBI/2018 Transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

PBI ini bertujuan dalam rangka memberikan fleksibilitas melalui penyesuaian Underlying Transaksi untuk penjualan valuta asing terhadap rupiah melalui transaksi DNDF yang dilakukan nasabah atau pihak asing.

2. Lindungi Nilai bagi Pelaku Pasar

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, instrumen transaksi DNDF telah memberikan alternatif lindung nilai bagi pelaku pasar, sehingga mengurangi demand di pasar spot.

 Baca Juga: Hadapi Ketidakpastian Global, BI Siapkan "Obat Kuat" untuk Rupiah

Para pelaku pasar dapat melakukan hedging atas kebutuhan pembelian valas melalui transaksi DNDF dan melakukan pembelian valas melalui transaksi spot di kemudian hari.

“Dengan adanya penyempurnaan aturan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelaku pasar untuk melakukan lindung nilai atas risiko nilai tukar,” kata Onny di Jakarta kemarin.

3. Perubahan PBI Ada Dua Faktor

Adapun perubahan ketentuan yang diatur dalam PBI ini ada dua faktor. Pertama, penjualan valuta asing terhadap rupiah melalui transaksi DNDF oleh nasabah atau pihak asing sampai nilai nominal tertentu tanpa perlu menggunakan Underlying Transaksi.

Kedua, Underlying Transaksi untuk penjualan valuta asing terhadap melalui transaksi DNDF oleh nasabah atau pihak asing di atas nominal tertentu dapat menggunakan dokumen Underlying Transaksi yang bersifat perkiraan dan dokumen pendukung.

4. Transaksi DNDF dengan nilai nominal paling banyak sebesar USD5 juta atau ekuivalennya per transaksi untuk setiap nasabah atau setiap pihak asing dapat di lakukan tanpa Underlying Transaksi.

Adapun dokumen Underlying Transaksi yang bersifat perkiraan mengacu pada PBI dan PADG tentang transaksi valas terhadap rupiah antara bank dengan pihak domestik dan pihak asing.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini