nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Premi Asuransi Diprediksi Tumbuh Double Digit

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 14:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 24 320 2059903 premi-asuransi-diprediksi-tumbuh-double-digit-jQDGiEPa8K.jpg Asuransi (Foto: reuters)

JAKARTA - Potensi penetrasi asuransi di Indonesia masih cukup besar. Pertumbuhan premi dapat mencapai 20-30% tiap tahun. Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Jonathan Hekster menyatakan ketidakpastian kondisi ekonomi nasional pada tahun ini, tapi pihaknya tetap optimistis.

Apalagi, kesadaran masyarakat akan asuransi kian tinggi, terutama setelah adanya BPJS kesehatan. “Itu hanya mengacu pada daya beli masyarakat Indonesia. Secara makro, walaupun ada ketidakpastian, diyakini industri asuransi bisa tumbuh dua digit,” ujarnya di Jakarta baru-baru ini.

Saat ini, lanjut dia, Manulife didukung beragam jalur distribusi telah menjangkau dan melayani nasabah yang mencapai hingga lebih dari 2,5 juta jiwa. Nasabah tersebut terdiri atas berbagai lapisan masyarakat, mulai kalangan mapan atau dikenal dengan sebutan High Nett Work (HNW) hingga kalangan bawah.

Baca Juga: 232 Juta Serangan Siber Masuk RI, BSSN Sarankan Bentuk Asuransi Siber

Kinerja bisnis Manulife Indonesia yang kuat itu cukup mengejutkan pada saat kondisi industri asuransi jiwa tengah mengalami perlambatan. Akhir Februari lalu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan, pendapatan premi industri asuransi jiwa sepanjang 2018 merosot 5% dari Rp195,72 triliun pada 2017 menjadi Rp185,88 triliun.

Total premi bisnis baru tercatat Rp117,38 triliun pada 2018, sedangkan 2017 jumlahnya Rp127,88 triliun. Penurunan pendapatan premi diduga karena minat masyarakat membeli produk asuransi tak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

Hekster mengatakan, perseroan akan memfokuskan pada kepuasan nasabah untuk mendorong pertumbuhan premi. “Kepentingan nasabah yang menjadi utama. Kekuatan bisnis kami untuk memastikan kapabilitas pembayaran klaim kepada nasabah,” ujar dia. Sepanjang 2018, kata Hekster, pihaknya membayar klaim kepada nasabah sebesar Rp5,5 triliun atau Rp15 miliar setiap harinya, dan Rp626 juta setiap jamnya.

Baca Juga: Badan Siber dan Sandi Negara MoU dengan 8 Kota Terbitkan Sertifikat Elektronik

“Komitmen Manulife Indonesia untuk terus berfokus pada kebutuhan nasabah juga terlihat dari perolehan total klaim yang dibayarkan sepanjang 2018 ,” papar dia. Dia menambahkan, wujud kecintaan terhadap nasabah juga dilakukan melalui inisiatif customer relationship management (CRM).

Lewat CRM, Manulife senantiasa memberikan prioritas utama kepada nasabahnya. Komitmen ini sejalan dengan angka kepuasan nasabah atau net promoter score (NPS) Manulife Indonesia 2018 yang meningkat delapan poin dibandingkan 2017.

Angka itu, lanjut Hekster, menjadi indikator utama sebagai perusahaan asuransi yang selalu mengedepankan kepentingan dan kepuasan nasabah. “Angka NPS yang telah dicapai Manulife merupakan bukti jika kami fokus dalam memberikan layanan terbaik dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah,” ungkapnya.

(Hatim Varabi)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini