nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Dituduh sebagai Penyebab Penipisan Ozon

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 11:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 24 470 2059824 china-dituduh-sebagai-penyebab-penipisan-ozon-GMmDGkTW4K.jpg Bendera China (Foto: Reuters)

SHANGHAI - China dituduh sebagai sumber sebagian besar peningkatan emisi penyebab penipisan ozon (ODS) sejak 2013. Hasil studi itu dirilis oleh jurnal Nature kemarin. Sejumlah perusahaan domestik China dituduh melanggar larangan produksi global.

Baca Juga: Buntut Kasus Huawei, China Hentikan Impor dari Kanada

“Sekitar 40-60% peningkatan global zat pendingin perusak ozon, trichlorofluoromethane (CFC-11) sejak 2013 dapat dikaitkan dengan industri di provinsi Shandong dan Hebei di utara China,” ungkap para peneliti dari Organisasi Riset Sains dan Industri Persemakmuran Australia dan Universitas Bristol Inggris. Setelah mempelajari data atmosfer dari Korea Selatan (Korsel) dan Jepang, mereka memperkirakan emisi CFC-11 dari wilayah timur China selama 2014-2017 sekitar 7 juta kilogram per tahun lebih tinggi dibandingkan selama 2008-2012. Kementerian Ekologi dan Lingkungan China belum memberikan komentar kemarin. CFC-11 pernah digunakan di lemari es dan pengatur suhu udara atau AC.

Baca Juga: Menpar: Tak Ada Satupun Negara yang Mengalahkan China di Manufaktur

Gas itu merupakan salah satu bahan kimia yang dilarang berdasarkan Protokol Montreal, traktat untuk melindungi lapisan ozon bumi dengan menghentikan semua produksi global CFC pada 2010. CFC-11 di atmosfer turun drastis hingga 2012, tapi kembali meningkat sejak tahun itu. China meratifikasi traktat itu pada 1991 dan menyatakan tahun lalu telah memangkas se banyak 280.000 ton kapasitas produksi ODS tahunan dan mempercepat upaya melarang bahan kimia perusak ozon lainnya. Namun, laporan tahun lalu oleh Badan Investigasi Lingkungan (EIA) yang berbasis di London mengklaim puluhan perusahaan China masih menggunakan CFC-11 yang dilarang dalam produksi busa poliuretan.

“Karena ini sangat efektif, ada para pengguna nakal dari pemasok lama dan produsen jahat yang melanggar kesepakatan internasional yang telah ditandatangani pemerintahannya,” kata Ian Rae dari School of Chemistry, Universitas Melbourne, yang menjadi penasihat teknis untuk Protokol Montreal. China meluncurkan inspeksi khusus pada 3.000 manufaktur busa di penjuru negeri tahun lalu dan berjanji menghukum semua pelanggaran traktat Montreal. China menyatakan telah menutup dua manufaktur yang memproduksi CFC-11 pada Maret.

(Muh Shamil)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini