nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasokan BBM dan Listrik Selama Ramadan hingga Lebaran Dijamin Aman

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 11:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 29 320 2061683 pasokan-bbm-dan-listrik-selama-ramadan-hingga-lebaran-dijamin-aman-SH73Jhx7O1.jpg (Foto: Ilustrasi Koran Sindo)

JAKARTA – Pemerintah menjamin penyaluran bahan bakar minyak (BBM) selama masa Ramadan dan Idul Fitri berjalan dengan baik. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar memastikan pasokan dan distribusi BBM dalam kondisi aman.

Pemerintah menempatkan prioritas tertinggi untuk melayani kebutuhan BBM kepada masyarakat. ”Khususnya menghadapi tingginya mobilitas pada hari besar keagamaan dan libur umum. Pemerintah akan terus meningkatkan pelayanan,” ujar dia saat memantau pasokan BBM di Terminal BBM Plumpang, Jakarta, kemarin. Pihaknya memprediksi pada masa mudik Lebaran 2019 ini diperkirakan pasokan BBM aman. Adapun prediksi rata-rata ketahanan stok nasional BBM rata-rata minimal 21 hari, seperti premium 21 hari, pertalite 21 hari, pertamax 22 hari, biosolar 26 hari, dexlite 27 hari, dan dex 35 hari.

Penjualan BBM Pertalite Meningkat

Sementara untuk avtur mencapai 48 hari. ”Khusus Terminal BBM Plumpang, rata-rata harian penyaluran untuk konsumen SPBU pada saat hari normal mencapai 15.361 kiloliter (kl) dan pada masa mudik kali ini H- 7 dan H+7 hanya mencapai 13.572 kl dengan puncak penyaluran H-6 diperkirakan mencapai 20.378 kl. ”Penambahan itu dari peralihan TBBM Cikampek dampak kebijakan one way ,” kata dia. Dia merinci, untuk Terminal BBM Plumpang memiliki kapasitas total tangki sebesar 322.255 kl. TBBM ini melayani sekitar 791 SPBU, memiliki 24 tangki penimbunan dengan rincian 7 tangki untuk jenis premium dengan kapasitas total 117.385 kl, dan 5 tangki untuk jenis solar dengan kapasitas total 68.641 kl.

Selanjutnya, TBBM ini juga memiliki 7 tangki untuk jenis pertamax berkapasitas 93.078 kl, 2 tangki untuk jenis pertamax turbo dengan kapasitas 11.106 kl, 1 tangki per tamina dex dengan kapasitas 9.461 kl, 2 tangki untuk jenis FAME berkapasitas 21.563 kl. TBBM Plumpang dinilai sebagai terminal BBM terpenting di Indonesia karena Plumpang menyuplai sekitar 20% kebutuhan BBM harian di Indonesia atau ke sekitar 25% dari total kebutuhan SPBU Pertamina. Sementara itu, prognosis stok LPG Nasional untuk periode Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 M perkiraan ketahanan stok rata-rata 385.026 MT 19 hari.

Penjualan BBM Pertalite Meningkat

”Penerimaan BBM di TBBM Plumpang berasal dari Terminal BBM Balongan melalui sarana perpipaan (pipeline ) dan melalui dermaga atau Jetty yang berada Terminal BBM Tanjung Priok,” ucap Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto di tempat yang sama. Djoko melanjutkan, saat ini untuk menjaga keamanan pasokan BBM dan LPG, pemerintah membentuk Posko Satgas BBM dan LPG di Kantor Pusat dan seluruh Kantor MOR (Marketing & Operation Region) Pertamina, monitoring stok BBM di seluruh Terminal BBM melalui sistem komputerisasi SIMSND (Sistem Informasi Manajemen Supply & Distribution), menambah armada mobil tangki dan waktu operasional TBBM.

”Pertamina juga menyiapkan 10 SPBU baru di jalan tol Jawa. Rata-rata untuk 20 km ada 1 SPBU di Jawa,” kata dia. Selain itu, imbuhnya, disiapkan jalur contra flow untuk mengantisipasi stagnasi mobilitas mobil tangki Pertamina akibat kemacetan lalu lintas dengan bekerja sama dengan kepolisian. Selanjutnya, juga penjualan pertamax dalam kemasan serta fasilitas pengisian di rest area non-SPBU dan menyediakan produk BBK dalam kemasan, yaitu pertamax, pertamax plus, pertamina dex dalam kemasan di SPBU yang selama ini belum menjual BBK. Tak hanya itu, kondisi serupa juga terjadi pada sektor kelistrikan.

Pada saat Idul Fitri secara umum dalam kondisi aman, yaitu pada 5 Juni 2019, daya pembangkit diperkirakan sebesar 38.653,47 MW dan beban puncak sebesar 25.727,32 MW sehingga masih terdapat cadangan operasi sebesar 12.926,15 MW. Tanggal 6 Juni 2019, daya mampu pembangkit diperkirakan sebesar 45.234,87 MW dan beban puncak sebesar 26.546,81 MW sehingga masih terdapat cadangan operasi sebesar 18.688,06 MW. Menurut dia, kondisi kelistrikan sistem Jawa-Bali akan berada dalam kondisi normal, sedangkan untuk sistem luar Jawa-Bali terdapat beberapa sistem dalam Kondisi Siaga. Sementara terkait potensi letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor. ”Antisipasi yang dilakukan adalah telah disiapkan informasi peta titik rawan gerakan tanah & gempa bumi, status gunung api, serta Satgas Tanggap Darurat,” kata dia.

Tidak Impor

Di sisi lain, Pertamina juga memastikan bahwa terjadi kenaikan konsumsi BBM sebesar 15% selama Ramadan dan Lebaran. Namun, perusahaan pelat merah di sektor energi tersebut tidak akan menambah impor BBM. ”Kami akan memaksimalkan serapan produksi minyak mentah dari dalam negeri. Produksi tidak hanya dari Pertamina, juga dari kontraktor lain,” ujar Direktur Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Ghandi Sri Widodo. Menurut Ghandi, sejak April 2019 Pertamina sudah tidak melakukan impor solar dan avtur.

Penjualan BBM Pertalite Meningkat

Pertamina telah mampu memenuhi kebutuhan avtur dengan mengoptimalkan Kilang Cilacap. Tak hanya itu, Pertamina sejak Mei 2019 juga telah menghentikan impor solar. Pihaknya menandaskan bahwa penghentian impor solar disebabkan optimalisasi kilang dan jalannya program mandatori biodiesel 20% (B20). ”Khususnya untuk mencukupi kebutuhan BBM jenis solar dan avtur akan dipenuhi dari kilang Pertamina,” kata dia. Dia menjelaskan bahwa Pertamina memang masih melakukan impor minyak mentah (crude ) untuk diolah menjadi premium. Meski begitu, Pertamina tidak menambah komposisi impor.

”Langkah kita ialah memaksimalkan pasokan dari dalam negeri sehingga produksi avtur dan premium sudah maksimal sehingga tidak perlu impor. Kita maksimalkan kilang sehingga cukup dari kilang kita saja,” ucapnya. Untuk mengantisipasi terkendalanya pasokan untuk mencukupi kebutuhan Ramadan hingga Lebaran, kata dia, Pertamina juga memaksimalkan pasokan BBM dari kilang ke Terminal BBM. Pertamina telah menambah tiga kapal tanker terbesar, yaitu sapu jagat untuk memaksimalkan supaya tidak ada kendala pasokan BBM. Untuk kapal tanker lainnya, Pertamina telah mengoperasikan sebanyak 260 kapal tanker.

”Khusus menghadapi Ramadan dan Lebaran kami telah menambah tiga kapal tanker sapu jagat. Itu kita tempatkan di Sumatera, Jawa, dan Indonesia Timur. Tanker sapu jagat ini sifatnya untuk mengisi kondisi kritis atau keterlambatan tanker kalau ada masalah cuaca. Supaya stok di Terminal BBM bisa terpenuhi dengan baik,” ujar Ghandi. Dia juga menjelaskan bahwa Pertamina telah mengoperasikan 112 Terminal BBM yang beroperasi selama 24 jam. ”Pertamina juga siap mengoperasikan 10.000 mobil tangki BBM,” kata dia.

(Nanang Wijayanto)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini