nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Balik Nama Sertifikat Tanah, Berikut Cara dan Biayanya

Rabu 29 Mei 2019 11:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 29 470 2061689 ingin-balik-nama-sertifikat-tanah-berikut-cara-dan-biayanya-hz1qwqhYQH.jpg Foto: Rumah123.com

BAGI yang baru saja membeli properti berupa tanah, perlu diketahui bahwa kamu masih mempunyai pekerjaan rumah (PR), sebab mesti melakukan balik nama sertifikat. Hal ini diperlukan untuk membuktikan status kepemilikan serta untuk menghindari sengketa di kemudian hari.

Lalu berapa biaya balik nama serta bagaimana cara melakukan balik nama sertifikat tanah tersebut? Artikel dari Rumah123.com ini akan memberikan sejumlah petunjuk mengenai hal itu.

Sebenarnya, balik nama sertifikat juga dilakukan kalau kamu menerima warisan dari orangtua atau kakek-nenek. Hanya saja prosesnya memang berbeda karena merupakan warisan.

Proses dan Cara Mengurus Balik Nama Sertifikat

Kalau ingin mengurus balik nama sertifikat tanah, ada dua cara yang yang bisa dilakukan. Pertama, dengan cara meminta bantuan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Kedua, mengurusnya sendiri dengan mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional setempat.

Jika meminta bantuan PPAT, kamu harus menyerahkan sejumlah dokumen seperti berkas permohonan balik nama yang telah ditandatangani oleh pembeli, akta jual beli (AJB) dan PPAT, dan KTP (kartu tanda penduduk) pembeli dan penjual.

Selain itu, kamu harus menyertakan bukti Surat Setoran Pajak Pajak Penghasilan (SSP PPh), bukti pelunasan Surat Setoran Bea Perolahan Hak atas Tanah dan Bangunan (SSBBPHTB), dan juga sertifikat tanah asli.

Sedangkan jika kamu ingin mengurusnya sendiri, kamu harus mengumpulkan berkas yang sama seperti di atas. Namun, ada sejumlah tambahan seperti surat pengantar dari PPAT.

Lantas ada tambahan lain seperti Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB), izin peralihan hak (kalau tanah merupakan tanah negara atau untuk rumah susun), serta surat pernyataan calon penerima hak.

Setelah itu, kamu membawa berkas tersebut ke Kantor Badan Pertanahan Nasional setempat. Pihak berwenang akan menerbitkan bukti penerimaan permohonan balik nama.

Selanjutnya, Badan Pertanahan Nasional akan menghapus nama pemegang hak yang lama dan mengubahnya dengan nama pemegang hak baru di buku tanah dan juga sertifikat.

Biaya Balik Nama Sertifikat

Biaya mengurus balik nama sertifikat tentunya berbeda antara menggunakan jasa PPAT dengan mengurus sendiri. Jika kamu menggunakan jasa PPAT, biayanya sekira 0,5 persen hingga 1 persen dari total nilai transaksi.

Biaya tersebut sudah termasuk pembuatan akta jual beli (AJB), balik nama, dan jasa PPAT/notaris. Waktu pembuatannya memakan waktu 30 hari.

Sementara harga untuk biaya balik nama yang diurus sendiri, biayanya tergantung dari NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) tanah. Untuk itu, kamu harus mengecek terlebih dulu berapa NJOP tanah tersebut. Proses pembuatan balik nama ini memakan waktu lima hari kerja.

Selain itu, sebelum melakukan transaksi, ada proses pengecekan keabsahan yang memerlukan biaya antara Rp25 ribu hingga Rp100 ribu.

Kamu bisa memilih mengurusnya sendiri atau memanfaatkan jasa PPAT. Namun, pastikan kamu memiliki sertifikat atas tanah atau properti kamu.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini