nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rating Utang dan Daya Saing Naik, Menko Darmin: Ini Mengurangi Tekanan Global

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 31 Mei 2019 21:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 31 20 2062706 rating-utang-dan-daya-saing-naik-menko-darmin-ini-mengurangi-tekanan-global-kQp0nsdsZb.jpg Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia mendapatkan kenaikan peringkat utang atau Sovereign Credit Rating menjadi BBB dengan outlook stable dari lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P). Selain itu, daya saing Indonesia atau World Competitiveness Ranking mengalami kenaikan menjadi di posisi 32 dari 63 negara pada tahun 2019 berdasarkan penilaian International Institute for Management Development (IMD).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, peningkatan peringkat dari dua lembaga tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan ekonomi global terhadap Indonesia.

"Kita harapkan tekanan global ke kita itu bisa diatasi sedikit, sehingga Indonesia bisa lebih resilience (berdaya tahan)," katanya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Baca Juga: S&P Naikkan Rating Indonesia, Menko Darmin: Utang Pemerintah Relatif Rendah

Menurutnya, peningkatan tersebut akan berdampak pada penguatan investasi, terlihat pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kurs Rupiah, yang kini juga mulai membaik.

Terlebih S&P juga memproyeksikan defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia akan mengalami perbaikan sejalan dengan stabilnya permintaan global dan pemulihan daya saing. Kendati demikian, Darmin menyatakan, tetap mewaspadai kondisi defisit ini ke depannya.

"Sebetulnya ini area yang kita masih bergulat, kita harus akui itu," ucapnya.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menekankan, pihaknya juga akan tetap mengantisipasi perkembangan ekonomi global. Sebab, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China masih terus memanas, yang pada akhirnya memukul perekonomian global.

Baca Juga: S&P Naikkan Peringkat Utang RI, Kemenkeu: Ini Sangat Membanggakan

Di sisi lain, perundingan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa atau Brexit belum juga menemukan titik terang. Bahkan, membuat Perdana Menteri Inggris Theresa May mengundurkan diri dari jabatannya.

"Memang ini (kenaikan peringkat) adalah berita baik, di samping berita ekonomi dunia yang enggak baik. Di dalam negeri berusaha dan mampu melahirkan perkembangan yang relatif baik, tetapi globalnya selalu menarik ke bawah, itu bisa kita lihat dari pertumbuhan ekonomi yang tumbuh di kisaran 5%, karena ada arah yang saling berlawanan terjadi bersamaan," jelasnya.

Darmin pun memastikan, ke depan pemerintah akan tetap mendorong perbaikan peringkat Indonesia, terlebih dalam daya saing. Sebab, dengan peningkatan investasi asing diharapkan dapat menekan defisit neraca perdagangan sehingga berdampak juga pada perbaikan CAD.

"Upaya serius untuk perbaikan akan terus dilakukan pemerintah," kata dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini