nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rapat Banggar, Sri Mulyani hingga Gubernur BI Bahas Ekonomi 5,6%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 17:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 11 20 2065368 rapat-banggar-sri-mulyani-hingga-gubernur-bi-bahas-ekonomi-5-6-yOS3TCzH53.jpg Foto: Yohana Okezone

JAKARTA - Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) melakukan rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakat (DPR) RI membahas postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

Dalam kesempatan itu hadir diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro, serta Gubernur BI Perry Warjiyo,

 Baca Juga: Strategi Sri Mulyani Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi di 2020

Rapat tersebut diagendakan penyampaian Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2020, serta Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPK) RAPBN Tahun 2020. Serta pembentukan panitia kerja (panja) terkait RAPBN dan RKP 2020.

Ketua Banggar Aziz Syamsuddin menyatakan, dalam rapat yang dimulai pukul 16.20 WIB tersebut ditandatangani 45 dari 98 anggota Banggar yang terdiri 10 fraksi. Dengan demikian, raker tersebut dinyatakan kuorum.

"Maka dalam ketentuan tata tertib DPR RI ini telah memenuhi ketentuan kourum dalam hal pengambilan keputusan. Maka rapat ini dimulai dan terbuka untuk umum," ujar dia membuka rapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Sebelumnya, dalam Rapat Paripurna DPR RI yang berlangsung pada 20 Mei 2019, Sri Mulyani menyampaikan usulan asumsi makro RAPBN Tahun 2020 dengan mempertimbangkan berbagai potensi dan risiko yang akan dihadapi Indonesia tahun depan.

 Baca Juga: Rapat Paripurna, Sri Mulyani Sampaikan Tanggapan Pemerintah Soal RAPBN 2020

Pemerintah mengusulkan target pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,3-5,6%. Sedangkan inflasi disasar pada kisaran 2%-4% dan tingkat bunga SPN 3 bulan berada di 5%-5,6%.

Kemudian nilai tukar Rupiah diperkirakan berada dikisaran Rp14.000-Rp15.000 per USD. Serta harga minyak mentah Indonesia diasumsikan USD60-USD70 per barel di tahun depan.

Lalu lifting minyak bumi ditargetkan mencapai 695 ribu hingga 840 ribu barel per hari. Sedangkan lifting gas bumi mencapai 1,19 juta hingga 1,30 juta barel setara minyak per hari.

Selain itu juga ditargetkan rasio pajak (tax ratio) pada tahun depan bisa di kisaran 11,8% hingga 12,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan defisit dalam RAPBN tahun 2020 ditargetkan terjaga dikisaran 1,75% hingga 1,52% dari PDB. Keseimbangan primer juga ditargetkan positif dan rasio utang bisa di kisaran 30% terhadap PDB.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini