nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Jonan Khawatir Pembangunan Jalan Tol Bikin Impor Migas Jebol

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 13 Juni 2019 14:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 13 320 2066055 menteri-jonan-khawatir-pembangunan-jalan-tol-bikin-impor-migas-jebol-JUKYfvuMJ9.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut pembangunan jalan tol akan membuat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) meningkat. Meningkat konsumsi bensin dikhawatirkan berdampak pada peningkatan impor migas.

Pada musim mudik Lebaran ini, konsumsi BBM mengalami peningkatan sebesar 13%. Konsumsi BBM Premium, Pertalite, Pertamax, Turbo, hingga gasoline (Solar) selama periode satgas Lebaran berjumlah 215.876 liter atau naik 13,6% dibanding konsumsi normal yang rata-ratanya dikisaran 186.362 kiloliter (KL).

“Kalau kita lihat pemerintah mendorong pembangunan jalan tol saya kemarin naik kendaraan dari Semarang ke Jakarta ini dibangun terus dan BBM akan naik terus,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Baca Juga: BPH Migas Minta Pertamina Siaga BBM di Tol Trans Jawa dan Cipali

Oleh karena itu, lanjut Jonan, perlu adanya antisipasi agar impor tidak jebol. Mengingat pemerintah masih akan terus membangun jalan tol untuk meningkatkan aksesbilitas antar wilayah.

Menurut Jonan, jika dibiarkan impor migas bisa mencapai USD1 juta. Asal tahu saja, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada April 2019 mengalami defisit USD2,5 miliar. Defisit ini menjadi yang terbesar selama BPS merilis data neraca perdagangan.

Baca Juga: Pasokan BBM dan Listrik Selama Ramadan hingga Lebaran Dijamin Aman

Sementara itu, laju impor pada April 2019 USD15,10 miliar dibandingkan Maret alami peningkatan 12,25%. Dari angka tersebut impor migas naik 46,9%.

“Sekarang impor minyak tiap hari setengah juta barel. Kalau ini dibiarkan impornya bisa sampe satu juta. Naik dua kali lipar dalam 5-6 tahun,” jelasnya

Misalnya dengan penggunaan bauran minyak nabati sawit untuk campuran BBM. Asal tahu saja saat ini pemerintah tengah melakukan ujicoba B30 dan akan terus meningkat hingga B100.

“Tujuannya makannya gunakan fame supaya balancenya tidak terlalu defisit,” ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini