Kemenkeu Temukan Dugaan Hasil Audit Laporan Keuangan Garuda Tak Sesuai Standar Akuntansi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 14 Juni 2019 12:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 14 278 2066400 kemenkeu-temukan-dugaan-hasil-audit-laporan-keuangan-garuda-tak-sesuai-standar-akuntansi-tWaGdv50zh.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan (Member of BDO Internasional) terkait laporan keuangan tahun 2018 milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

KAP ini merupakan auditor untuk laporan keuangan emiten berkode saham GIIA yang menuai polemik. Sekertaris Jenderal Kemenkeu Hadiyanto menyatakan, berdasarkan hasil pertemuan dengan pihak KAP disimpulkan adanya dugaan audit yang tidak sesuai dengan standar akuntansi.

Baca Juga: OJK Kumpulkan Informasi soal Laporan Keuangan Garuda Indonesia

"Kesimpulannya ada dugaan yang berkaitan dengan pelaksanaan audit itu belum sepenuhnya mengikuti standar akuntansi yang berlaku," ujarnya ditemui di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Kendati demikian, Kemenkeu belum bisa memberikan sanksi pada KAP tersebut, sebab perlu berkoordinasi dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini mengingat Garuda Indonesia merupakan perusahaan terbuka atau tercatat di pasar modal Indonesia.

"Karena Garuda perusahaan publik, emiten yang terdaftar di pasar modal sehingga kita masih berkoordinasi dengan OJK," kata dia.

Lain halnya, bila laporan keuangan yang bermasalah merupakan perusahaan pribadi (private) atau yang sahamnya tak dijual ke publik, maka Kemenkeu dapat langsung memberikan sanksi.

Baca Juga: Polemik Laporan Keuangan, Ikatan Akuntan "Sidang" Direksi Garuda Indonesia

"Kita sudah banyak (perusahaan non emiten) yang langsung diberikan pembinaan, peringatan, sanksi tergantung level pelanggarannya. Kalau emiten harus ke OJK juga," jelasnya.

Sebelumnya, dua komisaris Garuda Indonesia yakni Chairal Tanjung dan Dony Oskaria, menganggap laporan keuangan 2018 Garuda Indonesia tidak sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Maka keduanya menolak menandatangani laporan keuangan tersebut.

Menurut mereka, seharusnya Garuda Indonesia mencatatkan rugi senilai USD244,95 juta di tahun 2018. Namun dalam laporan keuangan malah tercatat sepanjang tahun 2018 perusahaan mencetak laba bersih USD809,84 ribu meningkat tajam dari tahun 2017 yang rugi USD216,58 juta.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini