nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Usaha Dewata Freight Bidik Kontrak Rp100 Miliar

Senin 17 Juni 2019 13:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 17 278 2067304 anak-usaha-dewata-freight-bidik-kontrak-rp100-miliar-fIPmFJrWYU.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kejar pertumbuhan pendapatan lebih besar lagi, PT Dewata Freight International Tbk (DEAL) melalui anak usahanya mengincar kontrak jangka panjang senilai Rp100 miliar.

“Kami sedang proses mengejar kontraknya, harapan kami bisa support sampai dengan Rp100 miliar di tahun 2020,” kata Direktur Keuangan Dewata Freight International, Nurhasanah seperti dilansir Harian Neraca, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Disampaikannya, kontrak jangka panjang tersebut meliputi bisnis pengangkutan komoditas seperti nikel, bijih besi dan batu bara. Untuk mengejar kontrak tersebut, perseroan sedang menyiapkan tambahan armada kapal tongkang baru. Dalam menggarap kontrak itu, kata Nurhasanah, perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp97 miliar untuk pembelian armada kapal baru, serta memperkuat permodalan perseroan.

 Baca Juga: Irfan Bachdim Cs Antusias Borong Saham Bali United

Asal tahu saja, tahun ini perseroan mengincar realisasi kontrak senilai Rp347 miliar, target tersebut ditetapkan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi kontrak pada tahun sebelumnya yakni Rp80 miliar.

Sementara pendapatan tahun ini ditargetkan tumbuh 84% atau Rp347 miliar. Nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan target pendapatan pada 2018 yakni Rp187 miliar.Pendapatan tersebut diproyeksi disumbang oleh kontribusi dari lini bisnis transportasi sebesar 71%, logistik 20%, dan usaha bisnis yang lain sebesar 9%.

Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan memutuskan untuk tidak membagikan dividen atas laba bersih perseroan pada tahun buku 2018. Kata Nurhasanah, dividen diputuskan sebagai laba ditahan perseroan karena digunakan untuk memperkuat modal. Selain itu, pemegang saham memberikan restu kepada perseroan untuk melakukan aksi rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 280 juta saham.

 Baca Juga: Usai Bali United, Arema Bakal Ikuti Jejak IPO?

Adapun mata acara lainnya yang mendapatkan restu pemegang saham yakni persetujuan atas pengambilalihan saham PT Atlas Dayana Kapital oleh perseroan sebanyak 51%. Restu tersebut diikuti dengan persetujuan melakukan setoran modal ke Atlas Dayana Kapital untuk memperkuat modal kerja.

Selanjutnya, Atlas Dayanan Kapital akan meneruskan anggaran modal ke anak usahanya yakni PT Baruna Berkah Adhiguna (BBA) guna mengejar kontrak baru dan memperkuat modal kerja.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini