Airbus Tampilkan Pesawat Baru di Paris Air Show, Bagaimana dengan Boeing?

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 18 320 2067863 airbus-tampilkan-pesawat-baru-di-paris-air-show-bagaimana-dengan-boeing-P4N83u5BGf.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Airbus mengikuti Paris Air Show dengan menampilkan jet baru dan mengumumkan pesanan untuk lebih dari 100 pesawat terbarunya. Sementara saingannya, Boeing masih bermain dengan pesawat 737 Max.

Dalam acara tersebut, Airbus (EADSF) memberikan pertunjukan menarik dengan menampilkan pesawat A321XLR. Selain itu, Airbus juga menampilkan pesawat dengan daya jelajah lebih panjang dari varian A321neo.

Pesawat ini meningkatkan tekanan pada Boeing di pasar untuk pesawat yang lebih kecil yang dapat terbang dengan rute panjang. Airbus juga mengumumkan tiga pesanan, di antaranya Middle East Airlines dari Lebanon dengan pesanan A321XLR dengan memesan empat jet.

Virgin Atlantic menandatangani kesepakatan untuk 14 A330-900, sebuah jet berbadan lebar yang menempati segmen pasar di mana Airbus telah berjuang baru-baru ini. Pesanan terbesar datang dari Air Lease Corporation hingga 100 pesawat termasuk 27 A321XLRs dan 50 A220-300s.

Baca Juga: China Borong 300 Pesawat Airbus Senilai Rp482 Triliun

Boeing (BA) dan Airbus sama-sama menjaring 500 pesanan di masing-masing dari tiga edisi terakhir Paris Air Show, menurut bank investasi Cowen, dengan opsi untuk pesawat tambahan yang melampaui 700.

Namun Boeing memiliki sedikit berita positif, di mana ada kesepakatan dengan GE Capital Aviation Services untuk pesanan 10 pesawat kargo yang dikonversi berdasarkan 737-800.

Pembeli memiliki opsi untuk memperoleh hingga 15 pesawat tambahan.Sebenarnya, pesanan Boeing telah terhenti sejak lama setelah regulator global melarang pesawat 737 Max untuk terbang pada Maret 2019.

Eksekutif Boeing membuka acara itu dengan berusaha meyakinkan pembeli potensial bahwa 737 Max akan segera kembali ke layanan global menyusul kecelakaan pesawat yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines dan Lion Air, yang kehilangan 346 nyawa.

Baca Juga: Airbus Akan Hentikan Produksi A380 Gara-Gara Pesanan Menurun

"Kata-kata tidak bisa mengungkapkan kesedihan dan simpati yang kami rasakan untuk keluarga dan orang-orang terkasih dari mereka yang hilang dalam kecelakaan tragis ini," kata Kepala Pejabat Keuangan Greg Smith kepada wartawan di Paris, dilansir dari CNN, Selasa (18/6/2019).

Analis mengatakan bahwa pesanan untuk 737 Max di Paris dapat memperbaiki kinerja Boeing dalam masalah pesawat. Pemberian diskon besar bisa membantu memecahkan kebuntuan.

"Adalah demi kepentingan pelanggan Boeing dan Max bahwa kepercayaan pada pesawat akan didukung," kata von Rumohr.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini