nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investasi Diprediksi Tumbuh Double Digit hingga Akhir 2019

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 16:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 18 320 2067888 investasi-diprediksi-tumbuh-double-digit-hingga-akhir-2019-cZITLt9J98.jpg Foto Investasi (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan investasi pada tahun ini bisa tumbuh double digit. Di mana capaian tersebut akan mengulang masa kejayaan investasi di Indonesia pada 2017.

Seperti diketahui, pada tahun 2018 investasi di Indonesia hanya tumbuh sebesar 4,1%. Hal tersebut menurun dibanding 2017 dan tahun sebelumnya yang berada di level dua digit.

"Prediksi saya untuk full year 2019 PMA (Penanaman Modal Asing) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pertumbuhannya kembali ke double digit," ujar dia di Gedung BKPM Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Baca Juga: Sempat Berantakan, Bos BKPM Pastikan OSS Rampung 6 Bulan Lagi

Dia menuturkan, aspek-aspek positif dari ekonomi Indonesia harus tetap dijaga oleh pemerintah secara maksimal. Seperti konsumsi masyarakat yang belakangan ini masih agak lemah.

"Ekspor masih sulit meskipun saya juga melihat potensi dari perang dagang, maka ekspor kita bisa kembali meningkat karena relokasi produksi. Maka prospeknya cukup baik," kata dia.

Dia menambahkan, Pemerintah saat ini terus menggenjot terus pemberian insentif kepada investor dengan adanya insentif pajak, yang dalam waktu dekat ini akan diberikan adalah super deduction tax yang akan menjadi terobosan baru.

"Jadi, bulan-bulan ini tim ekonomi fokus dan mulai merumuskan gagasan-gagasan baru untuk bisa mendorong secara signifikan," tutup dia.

Baca Juga: Mulai 2 Januari 2019, BKPM Ambil Alih Sistem OSS

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang tahun 2018 mencapai Rp721,3 triliun atau hanya 94,3% dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar Rp765 triliun.

"Tahun fiskal 2018 ini kami tidak berhasil mencapai target karena hanya 94,3% dari target realisasi final," kata Lembong.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini