Share

Oversubscribed, Penawaran Obligasi Waskita Beton Precast Capai Rp1,09 Triliun

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 20 278 2068620 oversubscribe-penawaran-obligasi-waskita-beton-precast-capai-rp1-09-triliun-txUWlehCir.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Penawaran awal Obligasi Berkelanjutan I Waskita Beton Precast Tahap I Tahun 2019 yang ditawarkan oleh PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah dilakukan dan oversubscribe.

Total permintaan yang masuk sebanyak Rp1,091 triliun atau 2,18 kali dari jumlah yang ditawarkan sebanyak Rp500 Miliar. Keberhasilan ini tidak luput dari pemilihan timing yang tepat dalam melakukan penerbitan obligasi.

"WSBP memilih momentum yang tepat dalam penerbitan obligasi ini, sama seperti ketika melakukan IPO pada tahun 2016 lalu," ujar Direktur Keuangan WSBP Anton Y Nugroho pada keterangan tertulis, Kamis (20/6/2019).

 Baca Juga: Butuh Modal dan Bangun Pabrik, Waskita Beton Precast Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar

Dia menuturkan bahwa momentum ini didukung dengan adanya peningkatan peringkat Indonesia dari S&P menjadi BBB (investment grade), trend penurunan suku bunga dan banyaknya obligasi yang jatuh tempo sehingga menambah demand.

"Serta dikombinasikan dengan posisi keuangan WSBP yang sehat dan atraktif," ungkap dia.

WSBP melakukan penerbitan obligasi dengan beberapa faktor pendorong, seperti obligasi menjadi alternatif pendanaan lain dari perbankan yang selama ini digunakan oleh perusahaan, kedua sesuai dengan kebutuhan investasi jangka menengah-panjang perusahaan dan terakhir memiliki jatuh tempo yang lebih panjang.

 Baca Juga: Waskita Beton Precast Incar Kontrak 5,22 Triliun

Hasil penerbitan obligasi ini nantinya akan digunakan untuk modal kerja perusahaaan sebesar 40% untuk mendukung penyelesaian proyek-proyek eksisting, dan sebesar 60% untuk investasi pembangunan pabrik yang rencananya akan dibangun di Penajam, Kalimantan Selatan, serta investasi penambahan kapasitas pabrik eksisting di daerah Bojonegara, Banten dan Gasing, Sumatera Selatan.

Adapun Obligasi Berkelanjutan tahap selanjutnya yaitu senilai Rp1,5 triliun akan dilakukan paling cepat pada triwulan III-2019.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini