nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Bernard Arnault, Jualan Tas Kini Masuk Jajaran Elite Centibillionaires

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 09:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 20 320 2068602 mengenal-bernard-arnault-jualan-tas-kini-masuk-jajaran-elite-centibillionaires-Pd6FPO6GP3.jpg Foto: Bos Louis Vuitton (CNBC)

JAKARTA - Miliarder asal Prancis, Bernard Arnault masuk jajaran miliarder elite yang memiliki kekayaan di atas USD100 miliar. Selain itu ada nama pendiri Amazon.com Jeff Bezos dan pemilik Microsoft Bill Gates. Mereka pun masuk klub centibillionaires.

Tercatat, chairman LVMH ini memiliki kekayaan USD100 miliar (Rp1.427 triliun). Arnault masuk dalam jajaran centibillionaires ketika sahamnya naik 2,9% menjadi 368,80 euro.

Hal itu menjadikan kekayannya naik USD32 miliar (Rp456 triliun) pada tahun ini dalam daftar Bloomberg Billionaires Index.

 Baca Juga: Gelar Centibillionaires, Hanya 3 Orang di Dunia Miliki Kekayaan Lebih Rp1.420 Triliun

Bagaimana jejak karier bos Louis Vuitton?

Arnault masuk ke pasar barang mewah setelah mengakuisisi kelompok bisnis tekstil Boussac, pemilik Christian Dior dan supermarket Le Bon Marche yang hampir bangkrut pada 1984. Dia menjual semua perusahaan lainnya sehingga uangnya digunakan untuk menguasai saham LVMH pada 1988.

Pada 1989, Arnault menjadi pemegang saham terbesar di LVMH yang memproduksi barang mewah. Dia pun menjadi chairman dan CEO perusahaan tersebut sejak saat itu. Dia pun membangun konglomerasi bisnis brand mewah terbesar di dunia.

Sebelas tahun kemudian, nilai LVMH meningkat 15 kali lipat, penjualan serta keuntungannya naik lima kali lipat. Salah satu kunci sukses Arnault adalah program desentralisasi dan upayanya untuk fokus mengeksplorasi heritage setiap brand.

Dia juga mengizinkan setiap perusahaan di bawah grupnya untuk memiliki independensi dan kewenangan sendiri. Pada 1993, LVMH mengakui sisi Berluti dan Kenzo. Selain memiliki brand Louis Vuit ton, Bernard Arnault menguasai 70 brand terkenal lainnya seperti Givenchy, Guerlain, Marc Jacobs, Sephora, Emilio Pucci, Fendi, Loro Piana, Nicholas Kirkwood, Thomas Pink, RM Williams, EDUN, Moynat, dan Donna Karen.

 Baca Juga: Harta Bertambah Rp116 Triliun, Bos Louis Vuitton Jadi Pengusaha Terkaya ke-4 Dunia

Dia juga memiliki brand produk mewah seperti TAG Heuer, De Beers, dan Bulgari. Arnault berinvestasi pula di Netflix dan Blue Capital serta menguasai saham terbesar di Carrefour. Dia berinvestasi pada Boo.com dan banyak perusahaan berbasis online lainnya. Dia juga membeli Princess Yacht.

Selain dikenal memiliki jiwa bisnis yang tinggi, Arnault juga memiliki koleksi seni berkelas. Beberapa koleksinya termasuk lukisan Picasso, Yves Klein, Henry Moore, dan Andy Warhol. Dia juga memosisikan LVMH sebagai patron seni di Prancis.

Arnault yang lahir di Kota Roubaix, Prancis, selepas lulus sarjana teknik bekerja bersama perusahaan keluarganya. Setelah lima tahun bekerja bersama ayahnya, dia pernah membujuk ayahnya untuk meninggalkan bisnis konstruksi dan fokus ke real estate.

Dengan nama perusahaan Ferinel, perusahaan baru itu mengembangkan akomodasi untuk liburan. Dia ditunjuk sebagai direktur perusahaan pada 1974 dan menjadi CEO pada 1977. Pada 1979, dia menggantikan ayahnya menjadi presiden perusahaan tersebut.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini