Kapan Izin Operasional LRT Jakarta Terbit?

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 22 Juni 2019 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 22 320 2069544 kapan-izin-operasional-lrt-jakarta-terbit-PwC0rSFgeV.jpg Foto: Proyek LRT Jakarta (Okezone)

JAKARTA – Saat light rail transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrom diujicobakan ke publik, ternyata moda transportasi massal berbasis rel tersebut masih mengurus izin untuk dioperasikan secara umum.

“Uji coba ini sampai pengumuman lebih lanjut. Soal izin sampai kini masih berproses. Kami juga menampung masukan dari masyarakat dan akan kami perbaiki,” ujar Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono di Stasiun LRT Velodrom, Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin.

 Baca Juga: Uji Publik LRT Jakarta Dimulai 11 Juni

Saat ini LRT menunggu sertifikat operasional dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Sementara, rekomendasi teknis, rekomendasi keselamatan, rekomendasi sarana dan prasarana dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah dikantongi. Sambil menunggu izin operasional uji coba LRT Jakarta diperpanjang dari sebelumnya dilaksanakan pada 11-21 Juni 2019.

Untuk masa perpanjangan ini warga yang ingin menjajal LRT tak perlu mendaftar atau registrasi online. Uji coba publik LRT selama 11- 21 Juni tercatat 76.825 penumpang, baik dari Stasiun Velodrom hingga Boulevard Utara, Kelapa Gading, maupun sebaliknya.

General Manager Operasi dan Pelayanan LRT Jakarta Aditia Kesuma mengatakan, tren penumpang sejak dibukanya uji coba publik terus meningkat seperti pada hari pertama, yakni 3.600 orang kemudian selama enam hari (Selasa, 11/6 hingga Senin, 17/6) penumpang mencapai 45.000 orang. Puncaknya pada Minggu (16/6) berjumlah 12.976 orang. “Jadi, total 76.825 warga yang telah dilayani LRT Jakarta,” ungkapnya.

 Baca Juga: Anies Sebut Pengoperasian LRT Masih Terhalang Administrasi

Selama uji coba ini ada dua stasiun yang menjadi idola, yakni Stasiun Velodrom dan Boulevard Utara. Pada siang hari juga cukup ramai karena orang lebih memilih makan siang di Mall Kelapa Gading dan Boulevard Selatan dengan naik LRT. “Mengenai ketepatan waktu, 90% tepat waktu atau on time,” ucapnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan, izin operasional LRT berada di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Pihaknya telah memberikan rekomendasi kepada DPMPTSP. Menurut dia, rekomendasi teknis yang diberikan Kemenhub atas uji coba LRT saat pelaksanaan Asian Games 2018.

“Ya dokumennya harus diperbarui PT Jakarta Propertindo,” ucapnya.

Sebelumnya, DPRD DKI menilai LRT proyek gagal. Pemprov DKI disarankan melaporkan penggunaan anggaran LRT kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik mengatakan, uji coba publik LRT dengan jarak 5,8 kilometer hanyalah objek wisata seperti yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Ada tiga kegagalan yakni gagal waktu, gagal fungsi, dan gagal efisiensi anggaran,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, LRT dianggap gagal waktu lantaran waktu pembangunan LRT bertujuan untuk kepentingan Asian Games dan sudah hampir berjalan sekitar satu tahun LRT belum juga memiliki izin operasional.

Kemudian, dibilang gagal fungsi karena fungsinya untuk transportasi atlet saat Asian Games, tapi nyatanya tidak terjadi. Sementara jika fungsinya untuk mengurai kemacetan, Taufik menilai tidak mungkin dengan jarak 5,8 km mampu mengurangi kemacetan.

“Ketiga, gagal efisiensi. Biayanya Rp5,8 triliun untuk 5,8 km. Jadi Rp1,1 triliun per km. Saya menyarankan Pemprov DKI atau TGUPP laporin lah ke KPK bahwa ini proyek gagal,” ujar Taufik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini