Meski pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019 diperkirakan lebih tinggi daripada kuartal sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,07%, namun secara year-onyear (yoy) pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 tidak setinggi periode sama tahun 2018 yang mampu tumbuh 5,27%.
“Kami prediksi lebih rendah dari tahun lalu,” ungkapnya. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2019 akan melandai akibat penurunan kinerja ekspor.
Eskalasi ketegangan perdagangan global yang meningkat telah berdampak pada penyusutan kinerja ekspor akibat terbatasnya permintaan dunia dan turunnya harga komoditas.
Baca Juga: Menko Darmin Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,2% di Kuartal II-2019
Meski begitu, harga sejumlah komoditas, seperti kimia, besi dan baja, batu bara, serta minyak nabati masih relatif baik. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi APBN sampai akhir Mei 2019 masih menunjukkan kondisi terkendali dan kinerja yang baik.