nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

O-Bahn Bakal Jadi Transportasi Massal Baru di RI?

Rabu 26 Juni 2019 21:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 26 320 2071285 o-bahn-bakal-jadi-transportasi-massal-baru-di-ri-MKpvgvXqPH.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

Kedua, lebar perkerasan jalur khusus bus terpandu yang selebar badan bus kurang lebih 200 cm, sedangkan lebar jalur lalu lintas di jalan berkisar antara 300-350 cm.

Ketiga, sarananya (moda angkutannya) berupa bus biasa hanya diberi tambahan roda horizontal yang dapat dilipat pada saat bus beroperasi di jalan umum.

Roda horizontal berfungsi sebagai pemandu pada saat bus beroperasi di jalur khusus sehingga kemudi bus tidak difungsikan dan pengemudi hanya mengatur kecepatan kendaraan saja.

Keempat, selain dapat menggunakan bus gandeng, moda angkutan ini dapat menggandeng dua atau tiga bus biasa atau dua bus gandeng menjadi satu rangkaian sehingga tidak ada lagi jarak (headway). Dua atau tiga bus berfungsi seperti trem.

Kelebihan ini memberi keuntungan tambahan karena penyediaan jasa pada jam sibuk hanya perlu menambahkan bus sehingga tidak perlu menambah pengemudi.

“Kalau diaplikasikan di Indonesia, kita lihat bagaimana karakter, kapasitas, dan geografis Indonesia, ini cocok untuk kota- kota yang sudah aglomerasi seperti Yogyakarta karena sudah menyatu dengan Klaten, Magelang, juga Purworejo,” katanya.

Dirjen menambahkan konsep O-Bahn cocok diimplementasikan di pinggiran kota bukan pusat kota seperti Jakarta karena sudah banyak jenis transportasi.

“Namun karena kita ingin memperlebar kekuatan transportasi sampai ke luar saya rasa mungkin tidak di Jakarta. Kalau melihat negara- negara yang sudah menerapkan O-Bahn kalau kita lihat ada di negara-negara yang populasinya berkisar 2-3 juta penduduk, bahkan ada juga yang di bawah 1 juta penduduk,” tambah Dirjen Budi.

Beberapa contoh negara yang telah menerapkan sistem O-Bahn (guided bus), antara lain Jerman yakni Essen (populasi 585.000 jiwa) dan Mannheim (populasi 311.342 jiwa)

Kemudian, Inggris di Birmingham (populasi 1.001.200 jiwa) dan Cambridge (populasi 123.900 jiwa), di Australia ada Adelaide (populasi 1.200.000 jiwa) dan Jepang: Nagoya (populasi 2.296.000 jiwa).

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini