nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menanti Efek dari Pembebasan Pajak Rumah di Bawah Rp30 Miliar

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 13:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 26 470 2071114 menanti-efek-dari-pembebasan-pajak-rumah-di-bawah-rp30-miliar-58JjIxUFNT.jpg Ilustrasi Rumah: Foto (Shutterstock)

JAKARTA - Harga rumah di bawah Rp30 miliar kini bebas pajak. Hal tersebut usai Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah menandatangani Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 86/PMK.010/2019 tentang Perubahan atas PMK Nomor 35/PMK.010/2017 tentang Jenis Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Selain Kendaraan Bermotor Yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Menurut Kepala Riset dan Konsultan Savills Indonesia Anton Sitorus, dibebaskannya Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) imbasnya besar pada pasar properti.

"Karena survei kita kan normatif saja, belum tercermin di angkanya, kita lihat beberapa bulan ke depan, memang kelas yang atas itu membantu banget. Misalnya dari Rp10 miliar menjadi Rp3 miliar. Lalu yang harga Rp15 miliar dan Rp20 miliar kan sudah tidak kena itu," ujar dia di Panin Tower Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Baca Juga: Sri Mulyani Pangkas Pajak Rumah dan Kendaraan Mewah, Cek Aturannya di Sini

Namun, lanjut dia, di balik masalah itu, investor akan berpikiran kalau beli sekarang uang nambah berapa ini. Apabila apartemen, itu misalnya melihat kondisi yang ada mungkin setahun juga harga tidak naik. Tapi paling tidak, mungkin ke depannya ada developer memunculkan proyek baru.

"Pengembang meluncurkan proyek baru dengan harga yang baru, tapi di bawah Rp30 miliar. Dan kalau proyek eksisting saya kira tidak susah," tutur dia.

Baca Juga: Pajak Rumah di Atas Rp30 Miliar Diturunkan, Pengembang: Jumlahnya Hanya 5%

Sebelumnya, dengan pertimbangan untuk mendorong pertumbuhan sektor properti melalui peningkatan daya saing properti, pemerintah memandang perlu mengubah ketentuan mengenai batasan nilai hunian mewah yang dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Dengan pertimbangan tersebut, pada 10 Juni 2019, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah menandatangani Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 86/PMK.010/2019 tentang Perubahan atas PMK Nomor 35/PMK.010/2017 tentang Jenis Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Selain Kendaraan Bermotor Yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Dalam Lampiran I PMK Nomor 86/PMK.010/2019 itu disebutkan, daftar jenis barang kena pajak yang tergolong mewah selain kendaraan bermotor yang dikenai PPnBM dengan tarif sebesar 20%.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini