nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Cara Atasi 'Penyakit' Defisit Transaksi Berjalan

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 27 Juni 2019 20:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 27 20 2071818 begini-cara-atasi-penyakit-defisit-transaksi-berjalan-I4NWJ0fvGR.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan, sektor teknologi informasi komunikasi (ICT) dan sektor hak kekayaan intelektual (HKI) masih menjadi penyumbang tinggi defisit neraca jasa.

"Selain teknologi informasi dan telekomunikasi, komoditas-komoditas yang memiliki sumbangsih cukup besar terhadap nilai impor Indonesia secara lebih rinci adalah bahan bakar minyak, gandum dan serelia, emas dan bahan bahan dari logam, gula, kapas, kedelai dan minyak dari kedelai, serta mesin pengolah data otomatis," ujar dia di Jakarta, Kamis (27/6/2019)

 Baca Juga: Defisit Transaksi Berjalan Kuartal I-2019 Tembus USD7 Miliar

Dia menjelaskan, setelah mengetahui komponen-komponen yang memberikan tekanan tersebut, KEIN melakukan simulasi dampak kebijakan terhadap neraca pembayaran. Dengan melakukan substitusi solar dengan biodiesel sebesar 50%.

"Mendorong substitusi impor barang barang teknologi informasi dan telekomunikasi, mengendalikan impor gandum serta mempercepat swasembada gula dapat memperbaiki defisit neraca pembayaran (balance of payment) dan bahkan dapat memberikan surplus hingga lebih dari USD1 miliar," ungkap dia.

 Baca Juga: Jokowi Jengkel 20 Tahun Masalah CAD-Defisit Neraca Dagang Tak Selesai

Untuk bisa merealisasikan hasil simulasi tersebut tentunya dibutuhkan kebijakan yang strategis dan tepat. Salah satunya ialah dengan mendorong penggunaan komoditas dan jasa sektor teknologi informasi dan telekomunikasi dalam negeri untuk mengurangi beban biaya penggunaan HAKI dan impor barang.

"Dan jasa sektor teknologi informasi dan telekomunikasi sehingga memperbaiki transaksi berjalan dan neraca pembayaran Indonesia secara keseluruhan. Selain itu, pengembangan industri sektor teknologi informasi dan telekomunikasi wajib untuk dilakukan. Atau bahkan menjadikan negara yang berhasil membangun industri sektor teknologi informasi dan telekomunikasi sebagai benchmarking untuk membangun dan mengembangkan sektor sektor teknologi informasi dan telekomunikasi nasional," tutup dia.

Sebelumnya, neraca transaksi berjalan Indonesia mengalami defisit USD7 miliar pada kuartal I-2019 atau sebesar 2,6% dari produk domestik bruto (PDB), berdasarkan statistik yang diumumkan Bank Indonesia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini